Minggu, 12 Maret 2017

KEBERADAAN THEOFANI DALAM STANDARD KETETAPAN ALKITAB BAGI ORANG A3

KEBERADAAN THEOFANI DALAM STANDARD
KETETAPAN ALKITAB BAGI ORANG A3
oleh
Hamah Sagrim



Hukum Theofani adalah Perintah Tuhan Alfa dan Omega kepada orang A3 yang sesungguhnya tidak terlalu sukar dan tidak terlalu jauh bagi orang A3 untuk menjalaninya. (Ulangan 30:11 “Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh”).
Tuhan Alfa dan Omega tidak membuat tempat bagi Theofani di atas langit sehingga orang A3 berkata: siapa yang akan naik ke langit untuk mengambil Theofani bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita supaya kita melakukannya selalu? (Ulangan 30:12 “Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?)
Tuhan Elohim juga tidak membuat tempat bagi Theofani di seberang lautan sehingga orang A3 berkata: Siapakah yang akan menyeberangi lautan untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita supaya kita melakukannya? (Ulangan 30:13 ”Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?)
Tetapi firman Theofani sangat dekat kepada orang A3, yakni didalam mulut dan di dalam hati orang A3 untuk dilakukannya setiap hari (Ulangan 30:14 “Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan”).
Tuhan Alfa dan Omega menetapkan Theofani kepada orang A3 dengan menghadapkan kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan. (Ulangan 30:15 Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan”).
Ketika Tuhan Alfa dan Omega menetapkan Theofani kepada orang A3, mereka diperintahkan untuk mengasihi Tuhan Alfa dan Omega, yaitu Tuhan Elohim A3, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya orang A3 hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh Tuhan Alfa dan Omega di negeri kemana orang A3 masuk untuk mendudukinya (Ulangan 30:16 “Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Elohimmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Elohimmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya”).
Tetapi jika orang A3 hatinya berpaling dan tidak mau mendengar, bahkan orang A3 mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya sebagai wujud rupa dunia, yaitu hidup dalam dendam, iri hati, saling membenci, saling membunuh, saling bermusuhan, maka pada hari ini, bahwa pastilah orang A3 akan binasa, tidak akan lanjut umur mereka di tanah ke mana mereka pergi untuk mendudukinya, mereka akan ditolak dimana-mana (Ulangan 30:17-18 “Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, - maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya”).
Ketika Tuhan Alfa dan Omega menetapkan Theofani kepada orang A3, DIA memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap orang A3, dan dengan Theofani Tuhan Alfa dan Omega menghadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Tetapi Tuhan Alfa dan Omega menyuruh orang A3 untuk memilih jalan kehidupan supaya orang A3 akan hidup, baik orang A3 dan semua keturunan mereka (Ulangan 30:19 “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu”).
Orang A3 harus mengambil hukum Theofani yang ditulis itu dan meletakkannya di samping Alkitab supaya menjadi saksi bagi orang A3 (Ulangan 31:26 “Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian TUHAN, Elohimmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau”).  
Theofani menjadi saksi bagi orang A3 karena Tuhan Alfa dan Omega mengenal kedegilan tegar tengkuk orang A3, terhadap DIA (Ulangan 31:27 “Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi sesudah nanti aku mati”).
Ketika Theofani diberikan kepada orang A3, Tuhan Alfa dan Omega memanggil kepala-kepala suku orang A3 (Raja Kambuaya, Raja Solossa, Raja Isir, Raja Howay, Raja Tamunete) untuk mengatakan bagi mereka - Tuhan Alfa dan Omega memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka (Ulangan 31:28 “Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka”).

Kiranya Theofani sebagai suatu pengajaran yang membawa berkat bagi orang A3 (Ulangan 32:2-3 “Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan”).

Kamis, 27 Oktober 2016

VISUM ATHENA KEPADA PAPUA DISAMPAIKAN KEPADA FREED ATHABOE DI ATHENA YUNANI 1985 31 TAHUN VISIUN DI ATHENA (31 Januari 1985 – 31 Januari 2016)

VISUM ATHENA
KEPADA PAPUA DISAMPAIKAN KEPADA FREED ATHABOE
DI ATHENA YUNANI 1985

31 TAHUN VISIUN DI ATHENA
(31 Januari 1985 – 31 Januari 2016)
--------------------------------------------------------
Direposisi oleh
HAMAH SAGRIM


Salam damai sejahtera kepada semua saudara dan saudariku dan anak-anak yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Doa-doa saya tiap hari ialah kiranya Tuhan Yesus selalu memberkati semua saudara dan saudariku beserta seisi rumahmu, pendidikanmu, pekerjaanmu, pelayananmu dalam pekerjaan Tuhan serta kehidupan doamu dalam melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus dalam Visiun 31 tahun yang lalu di Kota Athena itu.
Selanjutnya, bersama ini saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesetiaanmu selalu berdoa siang dan malam untuk pertobatan dan keselamatan bangsa Israel. Tuhan Yesus dalam Visiun-Nya pada Kamis, 31 Januari 1985 di Athena, telah memberikan Perintah-Nya kepada semua orang Papua untuk selalu berdoa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa-Nya Israel. Perintah-Nya itu sangat penting karena jumlah terbesar dari bangsa Yahudi dan Israel sampai hari ini masih terus menolak Yesus Kristus.
Mengapa Tuhan Elohim memilih orang Papua untuk melaksanakan tugas imamat yang besar itu? Dengan segenap hatiku saya percaya Ia telah memilih orang Papua karena Ia mengetahui bahwa orang-orang Papua akan menerima dan melaksanakan Perintah-Nya itu dengan segenap hati mereka!
Perintah firman Elohim telah disampaikan langsung oleh Tuhan Yesus dari Sorga dalam Visiun tanggal 31 Januari 1985 di Kota Athena kepada setiap pribadi, keluarga serta semua orang Papua untuk selalu mendoakan keselamatan bangsa Israel! Dan benih firman itu sudah dibawa ke Papua, dan sudah ditaburkan di dalam hati ratusan ribu umat Kristiani di Papua. Dan benih firman Tuhan itu sudah dibawa dan ditaburkan oleh orang-orang Papua di banyak tempat lain di bumi, termasuk di dalam hati banyak orang Kristen di Indonesia. Memang seharusnya begitu, sebab firman itu tidak dimaksudkan oleh Tuhan hanya untuk orang-orang Papua saja, tetapi diperuntukkan bagi semua orang Kristen di segala tempat di seluruh penjuru bumi.
Jika saya berbicara tentang Israel disini, saya tidak berbicara tentang negara Israel. Pelayanan yang sudah kita terima dari Tuhan Yesus dan kita laksanakan bersama adalah murni pelayanan rohani. Saya tidak pernah campuradukan pelayanan rohani ini dengan negara atau pemerintah Israel. Sekali lagi, pelayanan kita untuk selalu mendoakan pertobatan bangsa Yahudi dan Israel adalah murni pelayanan rohani. Saya perlu tegaskan ini disini, supaya tidak seorang pun yang akan mencurigai pelayanan ini. Setiap orang siapa saja yang mencurigai pelayanan ini, silahkan dia mencurigai Tuhan Yesus yang telah memberikan perintah-Nya itu kepada semua orang Papua untuk mendoakan umat-Nya Israel! Sebagai seorang pengikut Yesus Kristus, saya selalu berpegang teguh kepada pernyataan-Nya di depan Pilatus:
“Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini!” (Yoh. 18:36).  

Berdoa untuk pertobatan dan keselamatan bangsa Israel memerlukan kesetiaan sepanjang umur hidup kita. Kesetiaan mendoakan keselamatan bangsa Israel harus menjadi bagian tetap tiap hari dari tugas imamat kita sepanjang umur hidup kita di bumi!
Negara Israel secara ekonomi dan militer adalah satu negara terkuat di dunia. Tetapi gambaran kehidupan rohaninya tidak bagus. Beberapa data dari jejak pendapat umum dan penelitian yang saya sebutkan disini sangat mengkhawatirkan. Jumlah bangsa Israel/Yahudi di seluruh penjuru bumi menurut data tahun 2014: 14.212.800 juta orang (Juli 2014). Mereka hidup tersebar di 104 negara di bumi; 6.455.000 juta orang berdiam di Israel, dan di Amerika Serikat berjumlah 5.700.000 juta – 6.800.000 juta orang.
Gambaran kehidupan rohani bangsa Yahudi/Israel lebih mengkhawatirkan lagi. Menurut Harian Haarets di Yerusalem (20 Agustus 2012), dari jumlah semua orang Yahudi/Israel di seluruh bumi, 54% tidak memiliki agama apapun juga; 2% samasekali tidak percaya adanya Tuhan Elohim. Golongan ini disebut kaum ateist. Jumlah orang Yahudi yang beragama Yahudi 38%, dan jumlah orang Yahudi Messianik di seluruh dunia: 350.000 orang; dari jumlah ini sekitar 300.000 orang hidup di Amerika Serikat. Di seluruh Israel hidup sekitar 20.000 orang Yahudi Messianik yang tersebar di 150 Jemaat. Ini angka-angka menurut statistik 29 Oktober 2013.
Saya sebutkan angka-angka ini, supaya semua saudara dan saudari serta anak-anak mengerti bahwa keadaan rohani bangsa Israel/Yahudi mengkhawatirkan. Inilah keadaan rohani mereka selama mereka menolak Tuhan Yesus Kristus. Sikap mereka itu sudah berlangsung sangat lama yakni selama 2000 tahun, sejak Tuhan Yesus hidup di bumi dan melayani mereka di Yehuda dan Samaria. Jika kita membaca angka-angka ini, kita makin terbeban mendoakan mereka, supaya bangsa Yahudi dan Israel bertobat kepada Elohim dan percaya Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka menjadi berkat bagi semua bangsa di bumi. 
Mereka buta rohani, sehingga mereka ‘mengurung’ Tuhan Elohim Yang Mahakuasa hanya untuk agama Yahudi dan bangsa mereka sendiri, padahal jumlah mereka hanya 14.212.800 juta orang di bumi. Mereka samasekali tidak mau kalau Tuhan Elohim, Sang Pencipta langit dan bumi, dikenal oleh 7,3 milyar seluruh penduduk bumi yang adalah ciptaan-Nya juga yang harus diselamatkan oleh pemberitaan Injil dalam Nama Tuhan Yesus Kristus!
Dalam Kitab Kejadian 2:21-22, kita membaca bagaimana Tuhan membuat Adam tidur nyenyak, lalu Ia mengambil salah satu rusuk dari padanya, dan dari rusuk itu Ia membangun Eva untuk menjadi isteri bagi Adam. Itulah yang ditulis juga oleh Rasul Paulus dalam Surat Roma 11:8-10. Oleh karena bangsa Yahudi untuk sementara waktu menolak Yesus Kristus, Elohim membuat bangsa Yahudi dan Israel tidur nyenyak! Dan selama mereka sedang tidur nyenyak itu, Elohim pergi kepada bangsa-bangsa lain di bumi untuk memberitakan Injil Anak-Nya Yesus Kristus untuk membentuk suatu umat bagi Nama-Nya. Dan setelah itu Ia akan kembali menyelamatkan seluruh bangsa Israel. Umat tebusan-Nya yang berasal dari bangsa-bangsa lain di bumi dan umat tebusan-Nya dari bangsa Israel akan menjadi Pengantin bagi Anak-Nya Yang Tunggal, Tuhan Yesus Kristus!
Kita sangat membesarkan Nama Tuhan Elohim bahwa selama 2000 tahun yang lalu, waktu jumlah terbesar bangsa Yahudi menolak Tuhan Yesus, justru bangsa-bangsa lain di bumi menerima Dia menjadi Tuhan dan Juruselamatnya. Nama Tuhan Yesus sekarang dipuji dan dimuliakan oleh 2,2 milyar orang Kristen Protestan dan Katolik di bumi; jumlah ini sudah mencakupi 31,50% penduduk bumi! Kebenaran ini sudah dinubuatkan oleh Rasul Paulus waktu ia berbicara kepada orang-orang Yahudi di Kota Roma. Rasul Paulus berkata kepada orang-orang Yahudi:
“Sebab itu kamu harus tahu bahwa keselamatan yang dari pada Elohim ini disampaikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan mendengarnya!” (K.P. Rasul 28:28).

Kita semua tahu sejarah Yusuf dengan saudara-saudaranya yang menjual Yusuf  untuk 20 syikal perak sebagai budak ke Mesir. Tuhan bekerja luar biasa melalui Firaun, sehingga Firaun mengangkat Yusuf menjadi Perdana Menteri untuk seluruh bangsa Mesir. Kita tahu dari Alkitab bahwa semua saudaranya kemudian datang menyembah Yusuf dalam istana Firaun di Mesir. Dalam istana Firaun di Mesir Yusuf memperkenalkan dirinya dan berdamai dengan saudara-saudaranya, dan ia mengampuni semua kejahatan dari saudara-saudaranya terhadap dirinya. (Kej. 45:3-5; 50:20).
Dan seperti yang sudah terjadi antara Yusuf dengan saudara-saudaranya itu, Tuhan Yesus akan kembali menyatakan diri-Ny kepada saudara-saudara-Nya bangsa Yahudi dan Israel. Tetapi mujizat itu berjalan melalui kepenuhan (waktu, jumlah dan Roh) yang Elohim berikan kepada bangsa-bangsa lain yang diselamatkan oleh Injil Yesus Kristus (Roma 11:25-27). Sekarang baru terjadi sedikit demi sedikit orang-orang Yahudi yang percaya Yesus Kristus, dan proses ini akan berjalan terus sampai akhirnya Ia akan menyatakan diri-Nya kepada seluruh bangsa Israel di akhir zaman. Itu sudah dinubuatkan oleh Nabi Zakharia dalam pasal 12 dan 14, dan oleh Rasul Paulus dalam Roma 11:25-27. Nabi Zakharia sudah bernubuat bahwa bangsa Yahudi dan Israel sekali kelak akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam dan mereka akan meratapi Dia! – Zakharia 12: 10-14.
Tuhan selalu menggunakan doa-doa umat tebusan-Nya di bumi untuk menyelamatkan banyak orang untuk Kerajaan-Nya. Sekarang di seluruh dunia terdapat sekitar 350.000 orang Yahudi yang percaya Kristus. Ini juga berkat doa-doa dari banyak orang Kristen di bumi yang selalu mendoakan bangsa Israel. Dan dalam Visiun di Athena, Tuhan Yesus sudah memberikan perintah itu juga kepada semua orang Papua untuk selalu mendoakan pertobatan dan keselamatan bangsa Yahudi dan Israel. Kita percaya bahwa Tuhan Elohim di Sorga sudah menggunakan juga doa-doa dari semua pendoa syafaat di Papua untuk membawa banyak orang Yahudi kepada Tuhan Yesus Kristus. Saya percaya sekali kelak kita akan mendengar itu dari Tuhan Yesus apabila kita sudah tiba di Rumah Bapa yang Kekal di Sorga!
Semua saudara dan saudariku serta semua anak-anak Tuhan, marilah kita terus melaksanakan Amanat Tuhan Yesus di Athena pada tanggal 31 Januari 1985 itu dalam kehidupan pribadi kita, keluarga kita, Jemaat, Gereja dan suku-suku kita. Perintah Tuhan Yesus dalam Visiun di Athena memuat juga janji besar dari Tuhan bagi semua saudara dan saudari serta anak-anak yang selalu mendoakan pertobatan bangsa Yahudi dan Israel. Dan inilah Perintah dengan Janji besar dari Tuhan Yesus kepada kita semua:
“Berdoalah bagi umat-Ku Israel, maka Aku akan memberkati engkau dan keluargamu serta bangsamu bersama-sama dengan umat-Ku Israel!”

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua Jurubicara Kristus (Pendeta, Penginjil, para Tua Jemaat, semua Pilar Sion), ibu-ibu dan kaum muda-mudi serta anak-anak untuk kesetiaanmu dalam melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus pada tanggal 31 Januari 1985 di Athena itu.
Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih untuk semua doamu untuk saya. Saya sangat diberkati oleh Tuhan melalui doa-doamu. Asik Mase, banyak terima kasih!
Demikianlah beberapa kesan dan pesan dari saya untuk semua saudara dan saudari, para pemuda dan pemudi serta anak-anak yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Teriring ucapan terima kasih dan salam hangat dalam Nama Tuhan Yesus Kristus dari saya kepada semua orang yang mengasihi Tuhan Yesus dan selalu berdoa bagi umat-Nya Israel!


Saudaramu dalam Kristus,









Nieuwegein (Ned), 28 Januari 2016.
Alamat email: sabe@kpnmail.nl

VISUM ATHENA KEPADA FREED ATHABOE (PUTERA A3) DISAMPAIAN KEPADA BANGSA PAPUA

VISUM ATHENA

KEPADA  FREED ATHABOE (PUTERA A3) 
DISAMPAIKAN KEPADA BANGSA PAPUA
Kesaksian Hidup Oleh Freed Athaboe, SH
Direposisi Oleh:
HAMAH SAGRIM


BERDOALAH UNTUK UMAT-KU ISRAEL!”
Visiun dari Tuhan Yesus di Athena, Yunani,
Kamis, 31 Januari 1985


“Fred, mengapa engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri?! Mengapa engkau berdoa tiap-tiap hari hanya untuk dirimu sendiri, untuk keluargamu sendiri dan untuk bangsamu sendiri? Mengapa engkau tidak pernah berdoa untuk umat-Ku Israel? Tidak tahukah engkau bahwa, apabila umat-Ku Israel bertobat dan percaya kepada-Ku, maka engkau dan keluargamu serta bangsamu akan Aku berkati bersama-sama dengan umat-Ku Israel?!”

Kata-kata yang sangat hebat ini diucapkan oleh Tuhan Yesus kepada saya ketika saya sedang berlutut berdoa pada hari Kamis, 31 Januari 1985, jam 06.30 pagi, di kamar 681 Hotel New Cairo City, kota Athena (Yunani). Ketika saya membuka mulutku hendak berdoa, tiada satu katapun yang keluar dari mulutku karena Tuhan membuat lidahku melekat pada langit-langitku (Mazmur 137:5,6), sehingga saya tidak bisa mengucapkan doaku yang penuh keakuan kepada-Nya di pagi itu. Tuhan Yesus sudah sangat bosan mendengar doa-doa keakuan yang selalu keluar dari hati dan mulut saya dalam Nama-Nya kepada Elohim Bapa di Sorga. Itulah sebabnya Tuhan Yesus membuat lidahku melekat pada langit-langitku, supaya saya tidak bisa berbicara dalam doaku kepada-Nya. Ketika saya sedang berupaya sekuat tenagaku untuk berbicara kepada Tuhan dalam doaku di pagi itu, tiba-tiba saya mendengar jelas sekali nama saya dipanggil orang. Suara yang mulai sangat halus kemudian bertambah besar dan makin besar, sehingga rasanya kamar hotel meledak oleh volume Suara-Nya yang amat dahsyat itu! Ketakutan mencekam saya serta keringat dingin membasahi seluruh tubuhku, walaupun udara dingin dari musim dingin di Yunani dan Eropa sedang memenuhi kamar saya. Di dalam rohku, saya tahu bahwa Tuhan Yesuslah yang sedang berbicara kepada saya. Lalu Roh Kudus melepaskan lidahku dari langit-langitku, dan saya mulai mengadakan dialog dengan Tuhan Yesus, dan saya berkata kepada-Nya:
“Tuhan, masih pedulikah Engkau dengan umat-Mu Israel? Bukankah mereka sudah menolak Engkau dan menyalibkan Engkau?” 

Tetapi kata-kata yang sama terdengar kembali dengan lebih besar dan lebih dahsyat lagi. Saya gementar ketakutan. Lalu Roh Kudus menginsafkan saya akan dosaku, dan saya mulai mengakui dosaku dan sekaligus mengucapkan janji berikut ini di hadapan Tuhan Yesus dan berkata:
Tuhan, saya mengakui dosaku karena saya tidak pernah berdoa bagi umat-Mu Israel! Tetapi saya berjanji kepada-Mu bahwa mulai hari ini saya akan berdoa tiap-tiap hari sepanjang umur hidupku bagi umat-Mu Israel!”

Setelah saya mengakui dosa saya dan berjanji kepada Tuhan bahwa saya akan berdoa tiap-tiap hari sepanjang umur hidupku bagi umat-Nya Israel, barulah suara besar dan dahsyat itu terangkat dari saya! Di kejauhan di langit, suara besar itu tinggal menggema. Kamar 681 dipenuhi dengan damai sejahtera dan sukacita besar dari Tuhan. Dengan berlinang-linang air mata, saya memuji dan membesarkan nama Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan saya dari kehidupan kekristenanku yang penuh keakuan itu.
Tuhan Yesus dalam pilihan kasih karunia-Nya telah mengunjungi saya di pagi itu di kamar hotel saya di kota Athena, dan Ia telah menunjukkan kepada saya – dan sesungguhnya kepada kita semua!tugas kita sebagai orang-orang Kristen terhadap umat-Nya Israel Saya tidak keliru jika saya berkata disini bahwa kehidupan doa dari banyak orang Kristen adalah seperti saya sebelum Tuhan Yesus menegur saya di kota Athena di pagi itu!
Tuhan Elohim telah menyelamatkan kita bangsa-bangsa lain karena kita percaya Yesus Kristus, supaya oleh kemurahan-Nya yang telah kita peroleh, bangsa Israel juga akan mendapatkan kemurahan-Nya dan percaya Yesus Kristus dan diselamatkan. (Roma 11:30-31).
Mungkinkah kita sudah melupakan janji besar dari Tuhan Elohim kepada Abram (Abraham) dalam Kejadian 12:3? Elohim sudah berjanji kepada Abraham:
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat!”

Dan raja Daud menulis dalam Mazmur 122:6:
“Berdoalah bagi kesejahteraan Yerusalem: Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa!”

Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita, supaya kita menjadi berkat bagi umat-Nya Israel! Saya teruskan teguran dan perintah serta janji besar ini dari Tuhan Yesus kepada semua saudara dan saudari seiman:
Berdoalah bagi umat-Ku Israel, maka engkau dan keluargamu serta bangsamu akan Aku berkati bersama-sama dengan umat-Ku Israel!”

Perintah dengan janji berkat yang sudah Tuhan Yesus berikan dalam Visiun di kota Athena pada hakekatnya adalah sama dengan janji Elohim kepada Abraham dalam Kejadian 12:3a. Mengapa Tuhan harus mengulangi kembali janji-Nya kepada Abraham 3800 tahun yang lalu kepada saya di kota Athena? Karena kita melalaikan tugas imamat kita sebagai orang-orang Kristen untuk selalu berdoa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel! Mereka adalah keturunan dari Abraham dan Ishak dan Yakub yang telah melahirkan Sang Juruselamat Yesus Kristus di bumi untuk menyelamatkan kita dari semua dosa kita serta memberikan hidup kekal kepada kita.
Jika Tuhan Yesus tidak membuka mata dari hati saya bagi umat-Nya Israel, mungkin sekali saya masih buta rohani sampai hari ini. Seumur hidup saya dulu di Papua, gereja-gereja tidak pernah berbicara tentang Israel dalam perspektif Kerajaan Elohim kepada kita. Di masa itu Surat Roma, pasal 9-11, tidak pernah dikhotbahkan dan diajarkan oleh gereja-gereja kepada umatnya. 
Saya mengundang semua saudara dan saudari yang membaca kesaksian ini, supaya hari ini (!) mengambil keputusan untuk berdoa tiap hari bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel. Berdoalah supaya bangsa Yahudi dan Israel bertobat dan percaya Tuhan Yesus, menerima kepenuhan Roh Kudus, supaya mereka menjadi Kerajaan Imamat yang rohani dan bangsa yang kudus untuk melayani Tuhan Elohim yang hidup. (Kejadian 19:4-6). Israel yang bertobat dan percaya Tuhan Yesus Kristus akan menjadi berkat besar bagi semua bangsa di bumi!
Janji Tuhan Elohim kepada Abraham dalam Kejadian 12:3a dan yang diteruskan oleh Ishak kepada anaknya Yakub dalam Kejadian 27:29 sudah bermuara bagi Papua dalam Visiun di Athena pada Kamis, 31 Januari 1985!
Perintah dengan janji besar tersebut dari Tuhan Yesus tidak hanya berlaku bagi orang Papua saja, tetapi berlaku juga bagi semua saudara dan saudari dari etnis dan bangsa manapun juga yang percaya Tuhan Yesus Kristus! Percayalah bahwa Roh Kudus akan memimpin anda dalam melaksanakan tugas imamat anda untuk berdoa tiap hari bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel dan Yahudi.
Ada tiga pandangan yang dianut oleh Gereja tentang Israel alamiah dan Israel rohaniah :
1.     Pandangan yang sangat tua dari Gereja Katolik Roma. Menurut pandangan ini, Gereja adalah Israel sejati, dan adalah semata-mata anugerah Tuhan apabila beberapa orang Yahudi bertobat dan percaya Yesus Kristus, tetapi mereka harus menjadi anggota Gereja Katolik Roma.
Komentar: Dengan berbuat begitu, Gereja sesungguhnya sudah melepaskan orang-orang Yahudi Mesianik dari pohon zaitun aslinya sendiri.
2.     Pandangan kedua berkata: Israel baru akan dipulihkan di akhir zaman, tetapi terlepas dari Gereja Tuhan. Orang-orang Kristen akan terangkat ke dalam sorga untuk dijamu pada Pesta Kawin Anak Domba, tetapi bangsa Israel akan tetap tinggal di bumi untuk mengalami masa penganiayaan yang hebat sekali, dan sepertiga dari mereka akan mati terbunuh.
Komentar: Justru di saat bangsa Israel sangat memerlukan Gereja dan orang-orang Kristen untuk pertobatannya, orang-orang Kristen sudah terangkat ke dalam sorga untuk berpesta dengan Tuhan Yesus.
3.     Pandangan ketiga: ini pandangan yang lebih Alkitabiah! Menurut pandangan ini: Israel tidak pernah terpotong dari akarnya sendiri! Hal itu sudah ditegaskan oleh Paulus kepada orang-orang Kristen di Roma:
”Adakah Elohim mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. Elohim tidak menolak umat-Nya yang telah dipilih-Nya!” (Roma 11:1-2).

Dengan ini Rasul Paulus berkata bahwa dia adalah bukti terbesar bahwa Tuhan Elohim tidak pernah menolak umat-Nya Israel!
Waktu Tuhan Yesus mencurahkan Roh Kudus atas murid-murid-Nya pada Hari Pentakosta di Yerusalem, 3000 orang Yahudi percaya Tuhan Yesus dan dibaptiskan! Gereja Perjanjian Baru pertama yang terbentuk bumi didirikan di Yerusalem dan semua anggotanya terdiri dari orang-orang Yahudi Mesianik. Mereka percaya bahwa Yesus dari Nazaret adalah benar-benar Sang Mesias yang sudah dijanjikan ribuan tahun lamanya oleh Tuhan Elohim kepada bangsa Israel melalui nabi-nabi-Nya.
Pohon zaitun asli dalam Roma 11 adalah gambaran rohani dari bangsa Israel! Tuhan Yesus adalah Akar pohon zaitun asli, semua nenek moyang bangsa Israel sejak Abraham, Ishak, Yakub dan keduabelas suku Israel adalah batang pohon zaitun asli. Semua orang Yahudi dan Israel yang percaya Tuhan Yesus adalah ranting-ranting yang tetap bertumbuh pada pohon zaitun aslinya sendiri! Sedangkan ranting-ranting yang terpotong dari pohon zaitun asli adalah semua orang Israel dan Yahudi yang tidak percaya Tuhan Yesus Kristus! (Roma 11:17-18). Mereka terpotong karena mereka tidak percaya Yesus Kristus, tetapi pohon zaitun asli masih tetap berdiri tegak! (Roma, pasal 11). Rasul Paulus umpamakan kita umat Kristiani yang berasal dari bangsa-bangsa kafir sebagai ”tunas-tunas dari pohon zaitun liar” yang telah Tuhan cangkokkan di antara ranting-ranting asli pada pohon zaitun sejati Israel dan turut mendapat bagian dalam pohon zaitun asli yang penuh getah. Tuhan mencangkokkan kita di antara ranting-ranting asli pada pohon zaitun sejati dari Israel, dan bukan sebaliknya! Itulah sebabnya Rasul Paulus menulis kepada orang-orang Kristen di kota Roma dan kepada kita semua:
Janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.”(Roma 11:18).

Tuhan Elohim tidak pernah berkata: ’Seluruh pohon zaitun sejati atau asli, yakni Israel, harus dicabut keluar dengan akar-akarnya, sebab Aku sudah menanam pohon zaitun baru, yakni Gereja, sebagai pengganti Israel.’ Tuhan Elohim tidak pernah melakukan itu terhadap umat-Nya Israel, sebab Ia memiliki hubungan sangat istimewa dengan umat-Nya Israel. Israel adalah anak sulung Elohim (Kel. 4:22); Israel adalah hamba Elohim (Yes. 41:8,9); Israel adalah ’isteri’ Elohim (Yes. 54:5); Israel adalah biji mata Elohim (Zakh. 2:8). Sekarang sedang berlangsung pemulihan Israel secara alamiah: orang-orang Yahudi kembali ke Tanah Perjanjian; mereka membangun Israel, tetapi kebangkitan Israel secara rohani belum terlihat! (bandingkan dengan Yehez. 37:1-14; 1 Kor. 15:46). Jumlah terbesar orang Yahudi masih menolak Yesus Kristus. Sekarang di seluruh dunia baru terdapat sekitar 350.000 sampai 1,5 juta orang Yahudi yang percaya Tuhan Yesus. Sedangkan orang-orang Yahudi Mesianik di Israel baru berjumlah sekitar 20.000 orang yang terbagi dalam 150 Jemaat yang tersebar di seluruh Israel. Itu menurut laporan tanggal 12 Januari 2014 dari Barry Rubin, seorang tokoh Yahudi Mesianik kelahiran Amerika Serikat. Jumlah ini terlalu sedikit jika dibandingkan dengan jumlah hampir 15 juta orang Yahudi di seluruh dunia. Tetapi sekali kelak seluruh bangsa Yahudi dan Israel akan percaya Tuhan Yesus dan beroleh selamat! Rasul Paulus sudah bernubuat tentang itu dalam Roma 11:25-26:
”Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai kepenuhan (waktu, jumlah, dan Roh) bangsa-bangsa lain telah masuk. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan!”
Dalam status-Nya sebagai manusia, Yesus Kristus sepenuhnya adalah seorang Yahudi! Adalah tidak mungkin bagi seorang Kristen untuk mengasihi Tuhan Yesus, tapi sekaligus membenci Israel dan bangsa Yahudi. Itu mustahil! Karena kita mengasihi Tuhan Yesus, maka dengan sendirinya kita harus juga mengasihi saudara-saudara-Nya, bangsa Israel dan Yahudi, dan kita terpanggil untuk selalu mendoakan pertobatan dan keselamatan mereka!
Terlalu lama Gereja menganggap dirinya sebagai pengganti Israel. Ini pandangan yang amat salah! Untung sekali sekarang banyak denominasi Gereja sudah menyadari kekeliruan mereka. Dan banyak denominasi Gereja sudah mengakui dosa mereka terhadap bangsa Israel kepada Tuhan Elohim. Banyak denominasi Gereja sekarang mengakui bahwa Israel tetap mempertahankan kedudukannya yang amat khusus sebagai kekasih Elohim karena nenek moyang mereka! Israel adalah umat pilihan Elohim sendiri, yang telah melahirkan Juruselamat Yesus Kristus bagi seluruh umat manusia di bumi! Itulah sebabnya Tuhan Yesus sendiri sudah berkata:
”..... sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi!” (Yoh 4:22).
Karl Barth (1886-1968), seorang ahli teologi terbesar dari Swiss pernah berkata: ”Kebencian terhadap Israel (bangsa Yahudi) adalah dosa terbesar terhadap Roh Kudus, karena orang menyangkal status kemanusiaan dari Tuhan Yesus, yang lahir dari seorang perempuan Yahudi!” Kalau Gereja berbuat begitu, Gereja sesunggunya sudah melepaskan Tuhan Yesus dari Ibu-Nya Maria yang berasal dari suku Yehuda dan dari Bangsa-Nya Israel!
Dari mimbar-mimbar Gereja, orang berbicara terlalu sedikit dan terlalu samar-samar tentang Israel. Dan yang paling parah adalah apabila Gereja samasekali melalaikan tugas panggilannya dengan tidak lagi berdoa bagi Israel!
Mari kita semua menjadikan doa syafaat untuk pertobatan dan keselamatan Israel dan bangsa Yahudi sebagai salah satu pokok doa utama kita tiap hari. Dan sampaikan seruan ini kepada anggota-anggota Jemaat, di mana saudara dan saudari melayani atau menjadi anggotanya, supaya mereka pun akan berdoa memberkati bangsa Israel. Percayalah bahwa Elohim Bapa dan Tuhan Yesus akan menggunakan doa-doa saudara dan saudari untuk membawa banyak orang Yahudi kepada Tuhan Yesus. Anda akan mengalami mujizat Tuhan dalam kehidupan pribadi dan keluarga serta bangsa anda apabila anda tekun berdoa bagi umat-Nya Israel! Tuhan Yesus sudah berjanji dan Ia pasti akan melakukannya!
Kedua hamba Tuhan, Reuven Berger dan Benjamin Berger, berkata kepada saya di Yerusalem: Setiap kali seorang saudara atau saudari berdoa dan memberkati Israel, maka tangan Tuhan Elohim terangkat dan memberkati dia!” Setiap kali anda berdoa untuk Israel, tangan Tuhan Elohim di Sorga terangkat memberkati anda! Pada perintah-Nya melekat juga berkat-Nya!
Dan inilah perintah-perintah Tuhan dengan janji-janji-Nya yang luarbiasa kepada kita semua:
”Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat!” - Kejadian 12:3.
”Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa!” - Mazmur 122:6.
”Berdoalah bagi umat-Ku Israel, dan Aku akan memberkati engkau dan keluargamu serta bangsamu!” - Amanat Tuhan Yesus dalam Visiun di Athena, 31 Januari 1985.



Kesaksian oleh: 

Catatan:
Di Athena, ibu kota Yunani, saya hidup selama hampir dua tahun, dari 26 November 1983 – 16 Juli 1985. Sesudah itu saya pindah dan menetap di negeri Belanda.  



IMPLEMENTASI EMPAT HUKUM THEOFANI DALAM KARAKTER HIDUP ORANG A3

IMPLEMENTASI
EMPAT HUKUM THEOFANI DALAM KARAKTER HIDUP ORANG A3
 Oleh
HAMAH SAGRIM

Hukum TUHAN bagi orang A3 yang ditetapkan dalam theofani adalah:
1.    Pelihara Kesatuan
2.    Kerendahan Hati
3.    Kasih, dan
4.    Kehormatan Kepada Semua Orang
Maka Kasih Karunia Tetap Menjadi Turun Temurun.
Bandingkan dengan perkembangan hidup orang A3 sekarang ini apakah empat hukum theofani sudah di implementasikan dalam jiwa raga kehidupan orang A3? Kita uraikan dari empat ketetapan hukum theofani dan disesuaikan dengan perkembangan orang A3 sekarang:
Hukum pertama: PELIHARA KESATUAN; Apakah kehidupan orang A3 telah mengimplementasikan hukum ini? Apakah sekarang orang A3 masih tetap menjaga kesatuan yang difilosofikan dalam spirit ABT (Anu Beta Tubat)? Ataukah berbanding terbalik dari hukum ini?. Secara faktuil, orang A3 sudah mulai berlagak sombong, egois (memikirkan diri sendiri, kampungisme, margaisme, memikirkan distriki sendiri, memikirkan keret sendiri), dan terjadi perseteruan dan berhujung pada perpecahan, dan ketidak satuan. Rujukkan dari refleksi ini adalah orang A3 perlu memelihara kesatuan yang dahulu sudah dibangun semenjak nenek moyang mereka.
Hukum kedua: KERENDAHAN HATI; kehidupan orang A3 saat sekarang ini dikuasai oleh daging yang begitu nyata, yaitu: iri hati, dengki, pencemoh, caci maki, saling membenci, apatis terhadap sesama, egois, menganggap rendah orang lain, puji diri, sombong, congkak, tegar tengkuk, keras kepala, suka membangkang, susah diatur, saling menggigit, saling menelan, suka berseteru, sihir (racun, suanggi, ranse), perselisihan, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh perpecahan. Rujukkannya bahwa orang A3 perlu merendahkan hati dan berikan dirinya diubah oleh rohul kudus yang mengawal theofani.
Hukum ketiga: KASIH; merupakan satu keunggulan orang A3 yang masih terpelihara sampai sekarang. Implementasinya berwujud pada sifat perilaku orang A3 yang suka memberi, melayani, dan menolong. Dalam standard ini masih ditemukan dimana-mana bahwa orang A3 tetap setia melakukannya. Tetapi pada situasi tertentu, kadang Kasih dimanipulasi dengan tujuan-tujuan terselubung, dimana melakukan hal kasih dengan maksud memperoleh sesuatu dibalik perbuatan itu, yaitu melakukan kasih karena maksud terselubung. Berbahagialah bagi mereka yang setia melakukan kasih dengan sungguh-sungguh, tetapi celakalah mereka yang melakukan kasih karena ingin mendapat sesuatu, sebab Mata Tuhan sedang mengawasi. Refleksinya adalah terus menjaga agar Kasih jangan hilang di tengah-tengah A3.
Hukum keempat: KEHORMATAN KEPADA SEMUA ORANG; orang A3 sekarang ini cenderung tidak menjaga kehormatan kepada semua orang, ada kecenderungan dalam sikap saling serang, suka menyindir, caci maki, berpaling dari jalan-jalan benar, tinggi diri, congkak, arogan, mencemoh, dan dengki. Refleksi bagian ini adalah orang A3 segera untuk berpaling dari jalan-jalan itu untuk menjaga ketetapan berkat bagi mereka di tanah New Guinea yang telah dikaruniakan oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA.
          Dari implementasi empat hukum theofani A3, Tuhan memberikan alaram yang kuat bagi orang A3 bahwa jika semua firman dalam theofani yang diucapkan oleh Tuhan Alfa dan Omega tidak didengar maka orang A3 akan dituntut. (Ulangan 18:19; “Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, daripadanya akan Kutuntut pertanggung jawaban.”). oleh sebab itu, orang A3 harus mengenal nama Tuhan Alfa dan Omega dengan baik dan benar dan pada waktu itu orang A3 akan mengerti bahwa Tuhan Alfa dan Omega adalah Elohim yang berbicara kepada mereka. (Yesaya 52:6; “sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah DIA yang berbicara, ya Aku!.”).


PENETAPAN BERKAT ATAS PUTERA PUTERI A3

PENETAPAN BERKAT ATAS PUTERA PUTERI A3
Oleh
HAMAH SAGRIM



       Penetapan berkat atas putera-puteri A3, permulaannya dari perjumpaan TUHAN dengan hambanya rasul Ruben Rumbiak di Kayahai bumi A3 yang dimaknai sebagai theofani, yang firman-Nya demikian: 
Berkat-berkat yang ditetapankan dalam perjanjian TUHAN untuk orang A3 yang tersirat dalam theofani adalah:
   1.    Ketetapan perjanjian berkat KUDUS atas NAMA TUHAN ALFA DAN OMEGA yang disampaikan kepada orang A3 di bumi A3, melalui perantaraan hamba Tuhan, rasul Ruben Rumbiak, karena Dialah TUHAN yang menguduskan A3. (Imamat 22:32; “Janganlah melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus, supaya Aku dikuduskan di tengah-tengah orang Israel, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.”). Bandingkan juga dalam kitab (1 Tawarikh 16:10, Yesaya 47:4, Mazmur 145:21; Yehezkiel 20:39; 36:23, 39:25).
   2.    Ketetapan perjanjian berkat KEMULIAAN DAN KEDAHSYATAN atas NAMA TUHAN ALFA DAN OMEGA yang disampaikan kepada orang A3 melalui perantaraan hamba-Nya rasul Ruben Rumbiak. (Ulangan 28:58b; “dan engkau tidak takut akan Nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni akan TUHAN, Elohimmu,”). Bandingkan juga dalam kitab (1 Tawarikh 16:29, Mazmur 8:1, 9, 29:2; 96:8; Ulangan 28:58, Nehemia 9:5, Yesaya 42:8).

  3.    Ketetapan perjanjian berkat karunia kepemimpinan kepada PUTERA PUTERI A3 SEBAGAI MANUSIA-MANUSIA PEMBANGUN (pemimpin) DI NEW GUINEA, timur jauh ujung bumi. Nanti setelah 10 tahun, 15 tahun, 25 tahun dan 30 tahun yang akan datang.
   4.    Ketetapan perjanjian berkat KASIH KARUNI TETAP MENJADI TURUN TEMURUN bagi orang A3.
  5.    Ketetapan perjanjian berkat PEMBERIAN NAMA A3 dan pengobahannya dari Maybrat kemudian penetapan nama A3. (Kejadian 32:28; 35:10, Kejadian 12:3).
   6.    Ketetapan perjanjian berkat atas HUKUM THEOFANI yang ditetapkan kepada orang A3, yaitu: Kesatuan, Kerendahan Hati, Kasih, dan Kehormatan kepada semua orang. Sebagai wujud dari buah-buah roh. (Galatia 5:22-23).
   7.    Ketetapan perjanjian berkat YANG PERTAMA DAN YANG TERAKHIR atas penyebutan NAMA TUHAN ALFA DAN OMEGA. (Wahyu 22:13; “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”). bandingkan juga pada kitab (Wahyu 21:6; 1:8).