Kamis, 27 Oktober 2016

VISUM ATHENA KEPADA FREED ATHABOE (PUTERA A3) DISAMPAIAN KEPADA BANGSA PAPUA

VISUM ATHENA

KEPADA  FREED ATHABOE (PUTERA A3) 
DISAMPAIKAN KEPADA BANGSA PAPUA
Kesaksian Hidup Oleh Freed Athaboe, SH
Direposisi Oleh:
HAMAH SAGRIM


BERDOALAH UNTUK UMAT-KU ISRAEL!”
Visiun dari Tuhan Yesus di Athena, Yunani,
Kamis, 31 Januari 1985


“Fred, mengapa engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri?! Mengapa engkau berdoa tiap-tiap hari hanya untuk dirimu sendiri, untuk keluargamu sendiri dan untuk bangsamu sendiri? Mengapa engkau tidak pernah berdoa untuk umat-Ku Israel? Tidak tahukah engkau bahwa, apabila umat-Ku Israel bertobat dan percaya kepada-Ku, maka engkau dan keluargamu serta bangsamu akan Aku berkati bersama-sama dengan umat-Ku Israel?!”

Kata-kata yang sangat hebat ini diucapkan oleh Tuhan Yesus kepada saya ketika saya sedang berlutut berdoa pada hari Kamis, 31 Januari 1985, jam 06.30 pagi, di kamar 681 Hotel New Cairo City, kota Athena (Yunani). Ketika saya membuka mulutku hendak berdoa, tiada satu katapun yang keluar dari mulutku karena Tuhan membuat lidahku melekat pada langit-langitku (Mazmur 137:5,6), sehingga saya tidak bisa mengucapkan doaku yang penuh keakuan kepada-Nya di pagi itu. Tuhan Yesus sudah sangat bosan mendengar doa-doa keakuan yang selalu keluar dari hati dan mulut saya dalam Nama-Nya kepada Elohim Bapa di Sorga. Itulah sebabnya Tuhan Yesus membuat lidahku melekat pada langit-langitku, supaya saya tidak bisa berbicara dalam doaku kepada-Nya. Ketika saya sedang berupaya sekuat tenagaku untuk berbicara kepada Tuhan dalam doaku di pagi itu, tiba-tiba saya mendengar jelas sekali nama saya dipanggil orang. Suara yang mulai sangat halus kemudian bertambah besar dan makin besar, sehingga rasanya kamar hotel meledak oleh volume Suara-Nya yang amat dahsyat itu! Ketakutan mencekam saya serta keringat dingin membasahi seluruh tubuhku, walaupun udara dingin dari musim dingin di Yunani dan Eropa sedang memenuhi kamar saya. Di dalam rohku, saya tahu bahwa Tuhan Yesuslah yang sedang berbicara kepada saya. Lalu Roh Kudus melepaskan lidahku dari langit-langitku, dan saya mulai mengadakan dialog dengan Tuhan Yesus, dan saya berkata kepada-Nya:
“Tuhan, masih pedulikah Engkau dengan umat-Mu Israel? Bukankah mereka sudah menolak Engkau dan menyalibkan Engkau?” 

Tetapi kata-kata yang sama terdengar kembali dengan lebih besar dan lebih dahsyat lagi. Saya gementar ketakutan. Lalu Roh Kudus menginsafkan saya akan dosaku, dan saya mulai mengakui dosaku dan sekaligus mengucapkan janji berikut ini di hadapan Tuhan Yesus dan berkata:
Tuhan, saya mengakui dosaku karena saya tidak pernah berdoa bagi umat-Mu Israel! Tetapi saya berjanji kepada-Mu bahwa mulai hari ini saya akan berdoa tiap-tiap hari sepanjang umur hidupku bagi umat-Mu Israel!”

Setelah saya mengakui dosa saya dan berjanji kepada Tuhan bahwa saya akan berdoa tiap-tiap hari sepanjang umur hidupku bagi umat-Nya Israel, barulah suara besar dan dahsyat itu terangkat dari saya! Di kejauhan di langit, suara besar itu tinggal menggema. Kamar 681 dipenuhi dengan damai sejahtera dan sukacita besar dari Tuhan. Dengan berlinang-linang air mata, saya memuji dan membesarkan nama Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan saya dari kehidupan kekristenanku yang penuh keakuan itu.
Tuhan Yesus dalam pilihan kasih karunia-Nya telah mengunjungi saya di pagi itu di kamar hotel saya di kota Athena, dan Ia telah menunjukkan kepada saya – dan sesungguhnya kepada kita semua!tugas kita sebagai orang-orang Kristen terhadap umat-Nya Israel Saya tidak keliru jika saya berkata disini bahwa kehidupan doa dari banyak orang Kristen adalah seperti saya sebelum Tuhan Yesus menegur saya di kota Athena di pagi itu!
Tuhan Elohim telah menyelamatkan kita bangsa-bangsa lain karena kita percaya Yesus Kristus, supaya oleh kemurahan-Nya yang telah kita peroleh, bangsa Israel juga akan mendapatkan kemurahan-Nya dan percaya Yesus Kristus dan diselamatkan. (Roma 11:30-31).
Mungkinkah kita sudah melupakan janji besar dari Tuhan Elohim kepada Abram (Abraham) dalam Kejadian 12:3? Elohim sudah berjanji kepada Abraham:
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat!”

Dan raja Daud menulis dalam Mazmur 122:6:
“Berdoalah bagi kesejahteraan Yerusalem: Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa!”

Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita, supaya kita menjadi berkat bagi umat-Nya Israel! Saya teruskan teguran dan perintah serta janji besar ini dari Tuhan Yesus kepada semua saudara dan saudari seiman:
Berdoalah bagi umat-Ku Israel, maka engkau dan keluargamu serta bangsamu akan Aku berkati bersama-sama dengan umat-Ku Israel!”

Perintah dengan janji berkat yang sudah Tuhan Yesus berikan dalam Visiun di kota Athena pada hakekatnya adalah sama dengan janji Elohim kepada Abraham dalam Kejadian 12:3a. Mengapa Tuhan harus mengulangi kembali janji-Nya kepada Abraham 3800 tahun yang lalu kepada saya di kota Athena? Karena kita melalaikan tugas imamat kita sebagai orang-orang Kristen untuk selalu berdoa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel! Mereka adalah keturunan dari Abraham dan Ishak dan Yakub yang telah melahirkan Sang Juruselamat Yesus Kristus di bumi untuk menyelamatkan kita dari semua dosa kita serta memberikan hidup kekal kepada kita.
Jika Tuhan Yesus tidak membuka mata dari hati saya bagi umat-Nya Israel, mungkin sekali saya masih buta rohani sampai hari ini. Seumur hidup saya dulu di Papua, gereja-gereja tidak pernah berbicara tentang Israel dalam perspektif Kerajaan Elohim kepada kita. Di masa itu Surat Roma, pasal 9-11, tidak pernah dikhotbahkan dan diajarkan oleh gereja-gereja kepada umatnya. 
Saya mengundang semua saudara dan saudari yang membaca kesaksian ini, supaya hari ini (!) mengambil keputusan untuk berdoa tiap hari bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel. Berdoalah supaya bangsa Yahudi dan Israel bertobat dan percaya Tuhan Yesus, menerima kepenuhan Roh Kudus, supaya mereka menjadi Kerajaan Imamat yang rohani dan bangsa yang kudus untuk melayani Tuhan Elohim yang hidup. (Kejadian 19:4-6). Israel yang bertobat dan percaya Tuhan Yesus Kristus akan menjadi berkat besar bagi semua bangsa di bumi!
Janji Tuhan Elohim kepada Abraham dalam Kejadian 12:3a dan yang diteruskan oleh Ishak kepada anaknya Yakub dalam Kejadian 27:29 sudah bermuara bagi Papua dalam Visiun di Athena pada Kamis, 31 Januari 1985!
Perintah dengan janji besar tersebut dari Tuhan Yesus tidak hanya berlaku bagi orang Papua saja, tetapi berlaku juga bagi semua saudara dan saudari dari etnis dan bangsa manapun juga yang percaya Tuhan Yesus Kristus! Percayalah bahwa Roh Kudus akan memimpin anda dalam melaksanakan tugas imamat anda untuk berdoa tiap hari bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel dan Yahudi.
Ada tiga pandangan yang dianut oleh Gereja tentang Israel alamiah dan Israel rohaniah :
1.     Pandangan yang sangat tua dari Gereja Katolik Roma. Menurut pandangan ini, Gereja adalah Israel sejati, dan adalah semata-mata anugerah Tuhan apabila beberapa orang Yahudi bertobat dan percaya Yesus Kristus, tetapi mereka harus menjadi anggota Gereja Katolik Roma.
Komentar: Dengan berbuat begitu, Gereja sesungguhnya sudah melepaskan orang-orang Yahudi Mesianik dari pohon zaitun aslinya sendiri.
2.     Pandangan kedua berkata: Israel baru akan dipulihkan di akhir zaman, tetapi terlepas dari Gereja Tuhan. Orang-orang Kristen akan terangkat ke dalam sorga untuk dijamu pada Pesta Kawin Anak Domba, tetapi bangsa Israel akan tetap tinggal di bumi untuk mengalami masa penganiayaan yang hebat sekali, dan sepertiga dari mereka akan mati terbunuh.
Komentar: Justru di saat bangsa Israel sangat memerlukan Gereja dan orang-orang Kristen untuk pertobatannya, orang-orang Kristen sudah terangkat ke dalam sorga untuk berpesta dengan Tuhan Yesus.
3.     Pandangan ketiga: ini pandangan yang lebih Alkitabiah! Menurut pandangan ini: Israel tidak pernah terpotong dari akarnya sendiri! Hal itu sudah ditegaskan oleh Paulus kepada orang-orang Kristen di Roma:
”Adakah Elohim mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. Elohim tidak menolak umat-Nya yang telah dipilih-Nya!” (Roma 11:1-2).

Dengan ini Rasul Paulus berkata bahwa dia adalah bukti terbesar bahwa Tuhan Elohim tidak pernah menolak umat-Nya Israel!
Waktu Tuhan Yesus mencurahkan Roh Kudus atas murid-murid-Nya pada Hari Pentakosta di Yerusalem, 3000 orang Yahudi percaya Tuhan Yesus dan dibaptiskan! Gereja Perjanjian Baru pertama yang terbentuk bumi didirikan di Yerusalem dan semua anggotanya terdiri dari orang-orang Yahudi Mesianik. Mereka percaya bahwa Yesus dari Nazaret adalah benar-benar Sang Mesias yang sudah dijanjikan ribuan tahun lamanya oleh Tuhan Elohim kepada bangsa Israel melalui nabi-nabi-Nya.
Pohon zaitun asli dalam Roma 11 adalah gambaran rohani dari bangsa Israel! Tuhan Yesus adalah Akar pohon zaitun asli, semua nenek moyang bangsa Israel sejak Abraham, Ishak, Yakub dan keduabelas suku Israel adalah batang pohon zaitun asli. Semua orang Yahudi dan Israel yang percaya Tuhan Yesus adalah ranting-ranting yang tetap bertumbuh pada pohon zaitun aslinya sendiri! Sedangkan ranting-ranting yang terpotong dari pohon zaitun asli adalah semua orang Israel dan Yahudi yang tidak percaya Tuhan Yesus Kristus! (Roma 11:17-18). Mereka terpotong karena mereka tidak percaya Yesus Kristus, tetapi pohon zaitun asli masih tetap berdiri tegak! (Roma, pasal 11). Rasul Paulus umpamakan kita umat Kristiani yang berasal dari bangsa-bangsa kafir sebagai ”tunas-tunas dari pohon zaitun liar” yang telah Tuhan cangkokkan di antara ranting-ranting asli pada pohon zaitun sejati Israel dan turut mendapat bagian dalam pohon zaitun asli yang penuh getah. Tuhan mencangkokkan kita di antara ranting-ranting asli pada pohon zaitun sejati dari Israel, dan bukan sebaliknya! Itulah sebabnya Rasul Paulus menulis kepada orang-orang Kristen di kota Roma dan kepada kita semua:
Janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.”(Roma 11:18).

Tuhan Elohim tidak pernah berkata: ’Seluruh pohon zaitun sejati atau asli, yakni Israel, harus dicabut keluar dengan akar-akarnya, sebab Aku sudah menanam pohon zaitun baru, yakni Gereja, sebagai pengganti Israel.’ Tuhan Elohim tidak pernah melakukan itu terhadap umat-Nya Israel, sebab Ia memiliki hubungan sangat istimewa dengan umat-Nya Israel. Israel adalah anak sulung Elohim (Kel. 4:22); Israel adalah hamba Elohim (Yes. 41:8,9); Israel adalah ’isteri’ Elohim (Yes. 54:5); Israel adalah biji mata Elohim (Zakh. 2:8). Sekarang sedang berlangsung pemulihan Israel secara alamiah: orang-orang Yahudi kembali ke Tanah Perjanjian; mereka membangun Israel, tetapi kebangkitan Israel secara rohani belum terlihat! (bandingkan dengan Yehez. 37:1-14; 1 Kor. 15:46). Jumlah terbesar orang Yahudi masih menolak Yesus Kristus. Sekarang di seluruh dunia baru terdapat sekitar 350.000 sampai 1,5 juta orang Yahudi yang percaya Tuhan Yesus. Sedangkan orang-orang Yahudi Mesianik di Israel baru berjumlah sekitar 20.000 orang yang terbagi dalam 150 Jemaat yang tersebar di seluruh Israel. Itu menurut laporan tanggal 12 Januari 2014 dari Barry Rubin, seorang tokoh Yahudi Mesianik kelahiran Amerika Serikat. Jumlah ini terlalu sedikit jika dibandingkan dengan jumlah hampir 15 juta orang Yahudi di seluruh dunia. Tetapi sekali kelak seluruh bangsa Yahudi dan Israel akan percaya Tuhan Yesus dan beroleh selamat! Rasul Paulus sudah bernubuat tentang itu dalam Roma 11:25-26:
”Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai kepenuhan (waktu, jumlah, dan Roh) bangsa-bangsa lain telah masuk. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan!”
Dalam status-Nya sebagai manusia, Yesus Kristus sepenuhnya adalah seorang Yahudi! Adalah tidak mungkin bagi seorang Kristen untuk mengasihi Tuhan Yesus, tapi sekaligus membenci Israel dan bangsa Yahudi. Itu mustahil! Karena kita mengasihi Tuhan Yesus, maka dengan sendirinya kita harus juga mengasihi saudara-saudara-Nya, bangsa Israel dan Yahudi, dan kita terpanggil untuk selalu mendoakan pertobatan dan keselamatan mereka!
Terlalu lama Gereja menganggap dirinya sebagai pengganti Israel. Ini pandangan yang amat salah! Untung sekali sekarang banyak denominasi Gereja sudah menyadari kekeliruan mereka. Dan banyak denominasi Gereja sudah mengakui dosa mereka terhadap bangsa Israel kepada Tuhan Elohim. Banyak denominasi Gereja sekarang mengakui bahwa Israel tetap mempertahankan kedudukannya yang amat khusus sebagai kekasih Elohim karena nenek moyang mereka! Israel adalah umat pilihan Elohim sendiri, yang telah melahirkan Juruselamat Yesus Kristus bagi seluruh umat manusia di bumi! Itulah sebabnya Tuhan Yesus sendiri sudah berkata:
”..... sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi!” (Yoh 4:22).
Karl Barth (1886-1968), seorang ahli teologi terbesar dari Swiss pernah berkata: ”Kebencian terhadap Israel (bangsa Yahudi) adalah dosa terbesar terhadap Roh Kudus, karena orang menyangkal status kemanusiaan dari Tuhan Yesus, yang lahir dari seorang perempuan Yahudi!” Kalau Gereja berbuat begitu, Gereja sesunggunya sudah melepaskan Tuhan Yesus dari Ibu-Nya Maria yang berasal dari suku Yehuda dan dari Bangsa-Nya Israel!
Dari mimbar-mimbar Gereja, orang berbicara terlalu sedikit dan terlalu samar-samar tentang Israel. Dan yang paling parah adalah apabila Gereja samasekali melalaikan tugas panggilannya dengan tidak lagi berdoa bagi Israel!
Mari kita semua menjadikan doa syafaat untuk pertobatan dan keselamatan Israel dan bangsa Yahudi sebagai salah satu pokok doa utama kita tiap hari. Dan sampaikan seruan ini kepada anggota-anggota Jemaat, di mana saudara dan saudari melayani atau menjadi anggotanya, supaya mereka pun akan berdoa memberkati bangsa Israel. Percayalah bahwa Elohim Bapa dan Tuhan Yesus akan menggunakan doa-doa saudara dan saudari untuk membawa banyak orang Yahudi kepada Tuhan Yesus. Anda akan mengalami mujizat Tuhan dalam kehidupan pribadi dan keluarga serta bangsa anda apabila anda tekun berdoa bagi umat-Nya Israel! Tuhan Yesus sudah berjanji dan Ia pasti akan melakukannya!
Kedua hamba Tuhan, Reuven Berger dan Benjamin Berger, berkata kepada saya di Yerusalem: Setiap kali seorang saudara atau saudari berdoa dan memberkati Israel, maka tangan Tuhan Elohim terangkat dan memberkati dia!” Setiap kali anda berdoa untuk Israel, tangan Tuhan Elohim di Sorga terangkat memberkati anda! Pada perintah-Nya melekat juga berkat-Nya!
Dan inilah perintah-perintah Tuhan dengan janji-janji-Nya yang luarbiasa kepada kita semua:
”Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat!” - Kejadian 12:3.
”Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa!” - Mazmur 122:6.
”Berdoalah bagi umat-Ku Israel, dan Aku akan memberkati engkau dan keluargamu serta bangsamu!” - Amanat Tuhan Yesus dalam Visiun di Athena, 31 Januari 1985.



Kesaksian oleh: 

Catatan:
Di Athena, ibu kota Yunani, saya hidup selama hampir dua tahun, dari 26 November 1983 – 16 Juli 1985. Sesudah itu saya pindah dan menetap di negeri Belanda.  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar