Kamis, 27 Oktober 2016

IMPLEMENTASI EMPAT HUKUM THEOFANI DALAM KARAKTER HIDUP ORANG A3

IMPLEMENTASI
EMPAT HUKUM THEOFANI DALAM KARAKTER HIDUP ORANG A3
 Oleh
HAMAH SAGRIM

Hukum TUHAN bagi orang A3 yang ditetapkan dalam theofani adalah:
1.    Pelihara Kesatuan
2.    Kerendahan Hati
3.    Kasih, dan
4.    Kehormatan Kepada Semua Orang
Maka Kasih Karunia Tetap Menjadi Turun Temurun.
Bandingkan dengan perkembangan hidup orang A3 sekarang ini apakah empat hukum theofani sudah di implementasikan dalam jiwa raga kehidupan orang A3? Kita uraikan dari empat ketetapan hukum theofani dan disesuaikan dengan perkembangan orang A3 sekarang:
Hukum pertama: PELIHARA KESATUAN; Apakah kehidupan orang A3 telah mengimplementasikan hukum ini? Apakah sekarang orang A3 masih tetap menjaga kesatuan yang difilosofikan dalam spirit ABT (Anu Beta Tubat)? Ataukah berbanding terbalik dari hukum ini?. Secara faktuil, orang A3 sudah mulai berlagak sombong, egois (memikirkan diri sendiri, kampungisme, margaisme, memikirkan distriki sendiri, memikirkan keret sendiri), dan terjadi perseteruan dan berhujung pada perpecahan, dan ketidak satuan. Rujukkan dari refleksi ini adalah orang A3 perlu memelihara kesatuan yang dahulu sudah dibangun semenjak nenek moyang mereka.
Hukum kedua: KERENDAHAN HATI; kehidupan orang A3 saat sekarang ini dikuasai oleh daging yang begitu nyata, yaitu: iri hati, dengki, pencemoh, caci maki, saling membenci, apatis terhadap sesama, egois, menganggap rendah orang lain, puji diri, sombong, congkak, tegar tengkuk, keras kepala, suka membangkang, susah diatur, saling menggigit, saling menelan, suka berseteru, sihir (racun, suanggi, ranse), perselisihan, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh perpecahan. Rujukkannya bahwa orang A3 perlu merendahkan hati dan berikan dirinya diubah oleh rohul kudus yang mengawal theofani.
Hukum ketiga: KASIH; merupakan satu keunggulan orang A3 yang masih terpelihara sampai sekarang. Implementasinya berwujud pada sifat perilaku orang A3 yang suka memberi, melayani, dan menolong. Dalam standard ini masih ditemukan dimana-mana bahwa orang A3 tetap setia melakukannya. Tetapi pada situasi tertentu, kadang Kasih dimanipulasi dengan tujuan-tujuan terselubung, dimana melakukan hal kasih dengan maksud memperoleh sesuatu dibalik perbuatan itu, yaitu melakukan kasih karena maksud terselubung. Berbahagialah bagi mereka yang setia melakukan kasih dengan sungguh-sungguh, tetapi celakalah mereka yang melakukan kasih karena ingin mendapat sesuatu, sebab Mata Tuhan sedang mengawasi. Refleksinya adalah terus menjaga agar Kasih jangan hilang di tengah-tengah A3.
Hukum keempat: KEHORMATAN KEPADA SEMUA ORANG; orang A3 sekarang ini cenderung tidak menjaga kehormatan kepada semua orang, ada kecenderungan dalam sikap saling serang, suka menyindir, caci maki, berpaling dari jalan-jalan benar, tinggi diri, congkak, arogan, mencemoh, dan dengki. Refleksi bagian ini adalah orang A3 segera untuk berpaling dari jalan-jalan itu untuk menjaga ketetapan berkat bagi mereka di tanah New Guinea yang telah dikaruniakan oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA.
          Dari implementasi empat hukum theofani A3, Tuhan memberikan alaram yang kuat bagi orang A3 bahwa jika semua firman dalam theofani yang diucapkan oleh Tuhan Alfa dan Omega tidak didengar maka orang A3 akan dituntut. (Ulangan 18:19; “Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, daripadanya akan Kutuntut pertanggung jawaban.”). oleh sebab itu, orang A3 harus mengenal nama Tuhan Alfa dan Omega dengan baik dan benar dan pada waktu itu orang A3 akan mengerti bahwa Tuhan Alfa dan Omega adalah Elohim yang berbicara kepada mereka. (Yesaya 52:6; “sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah DIA yang berbicara, ya Aku!.”).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar