IMPLEMENTASI
EMPAT HUKUM THEOFANI DALAM KARAKTER HIDUP
ORANG A3
Oleh
HAMAH SAGRIM
Hukum
TUHAN bagi orang A3 yang ditetapkan dalam theofani adalah:
1.
Pelihara
Kesatuan
2.
Kerendahan
Hati
3.
Kasih, dan
4.
Kehormatan
Kepada Semua Orang
Maka Kasih Karunia Tetap Menjadi Turun Temurun.
Bandingkan dengan perkembangan hidup orang A3 sekarang ini apakah
empat hukum theofani sudah di implementasikan dalam jiwa raga kehidupan orang
A3? Kita uraikan dari empat ketetapan hukum theofani dan disesuaikan dengan
perkembangan orang A3 sekarang:
Hukum pertama: PELIHARA KESATUAN; Apakah kehidupan orang A3 telah
mengimplementasikan hukum ini? Apakah sekarang orang A3 masih tetap menjaga
kesatuan yang difilosofikan dalam spirit ABT (Anu Beta Tubat)? Ataukah
berbanding terbalik dari hukum ini?. Secara faktuil, orang A3 sudah mulai
berlagak sombong, egois (memikirkan diri sendiri, kampungisme, margaisme,
memikirkan distriki sendiri, memikirkan keret sendiri), dan terjadi perseteruan
dan berhujung pada perpecahan, dan ketidak satuan. Rujukkan dari refleksi ini
adalah orang A3 perlu memelihara kesatuan yang dahulu sudah dibangun semenjak
nenek moyang mereka.
Hukum kedua: KERENDAHAN HATI; kehidupan orang A3 saat sekarang ini
dikuasai oleh daging yang begitu nyata, yaitu: iri hati, dengki, pencemoh, caci
maki, saling membenci, apatis terhadap sesama, egois, menganggap rendah orang
lain, puji diri, sombong, congkak, tegar tengkuk, keras kepala, suka
membangkang, susah diatur, saling menggigit, saling menelan, suka berseteru,
sihir (racun, suanggi, ranse), perselisihan, kepentingan diri sendiri,
percideraan, roh perpecahan. Rujukkannya bahwa orang A3 perlu merendahkan hati
dan berikan dirinya diubah oleh rohul kudus yang mengawal theofani.
Hukum ketiga: KASIH; merupakan satu keunggulan orang A3 yang
masih terpelihara sampai sekarang. Implementasinya berwujud pada sifat perilaku
orang A3 yang suka memberi, melayani, dan menolong. Dalam standard ini masih
ditemukan dimana-mana bahwa orang A3 tetap setia melakukannya. Tetapi pada
situasi tertentu, kadang Kasih dimanipulasi dengan tujuan-tujuan terselubung,
dimana melakukan hal kasih dengan maksud memperoleh sesuatu dibalik perbuatan
itu, yaitu melakukan kasih karena maksud terselubung. Berbahagialah bagi mereka
yang setia melakukan kasih dengan sungguh-sungguh, tetapi celakalah mereka yang
melakukan kasih karena ingin mendapat sesuatu, sebab Mata Tuhan sedang
mengawasi. Refleksinya adalah terus menjaga agar Kasih jangan hilang di
tengah-tengah A3.
Hukum keempat: KEHORMATAN KEPADA SEMUA
ORANG; orang A3 sekarang ini
cenderung tidak menjaga kehormatan kepada semua orang, ada kecenderungan dalam
sikap saling serang, suka menyindir, caci maki, berpaling dari jalan-jalan
benar, tinggi diri, congkak, arogan, mencemoh, dan dengki. Refleksi bagian ini
adalah orang A3 segera untuk berpaling dari jalan-jalan itu untuk menjaga
ketetapan berkat bagi mereka di tanah New Guinea yang telah dikaruniakan oleh
TUHAN ALFA DAN OMEGA.
Dari implementasi empat hukum theofani
A3, Tuhan memberikan alaram yang kuat bagi orang A3 bahwa jika semua firman
dalam theofani yang diucapkan oleh Tuhan Alfa dan Omega tidak didengar maka
orang A3 akan dituntut. (Ulangan 18:19; “Orang
yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi
nama-Ku, daripadanya akan Kutuntut pertanggung jawaban.”). oleh sebab itu,
orang A3 harus mengenal nama Tuhan Alfa dan Omega dengan baik dan benar dan
pada waktu itu orang A3 akan mengerti bahwa Tuhan Alfa dan Omega adalah Elohim
yang berbicara kepada mereka. (Yesaya 52:6; “sebab
itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa
Akulah DIA yang berbicara, ya Aku!.”).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar