Kamis, 27 Oktober 2016

THEOFANI DALAM PANDANGAN ALKITAB

THEOFANI DALAM PANDANGAN ALKITAB

Oleh
HAMAH SAGRIM

THEOFANI = FIRMAN = HUKUM = UNDANG-UNDANG =PERATURAN=KETETAPAN=PERINTAH
(Yohanes 1:1-3), (2 Raja-raja 17:13; 17:34), (Yesaya 51:4), (Ibrani 8:10; 10:16),
(Keluaran 21:1), (Imamat 18:4-5, 26; 19:37; 20:22; 25:18),
(Bilangan 15:16), (Ulangan 4:8; 7:11-12),(Ulangan 8:11; 11:1; 26:16-17)


Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Elohim dan Firman itu adalah Elohim, Ia pada mulanya bersama-sama dengan Elohim. Segala sesuatu dijadikan oleh DIa dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
(Yohanes 1:1-3).
          Theofani adalah firman yang disampaikan oleh Tuhan Alfa dan Omega kepada orang A3. Oleh karena maklumat theofani maka perjanjian karunia kepemimpinan bagi A3 ditetapkan. Tuhan telah membuat ketetapan dan janji besar bagi orang A3 untuk menjadi pemimpin di New Guinea. Cara kerja TUHAN adalah mengawali dengan perjanjian kemudia berkat itu diberikan, dalam pengertian bahwa berkat TUHAN tidak bisa mendahului perjanjian-Nya. Jika tak ada perjanjian TUHAN maka tak ada karunia berkat atas kebangsaan. Ketika Tuhan berjanji kepada Abraham, Ishak, dan Yakub – Israel bahwa mereka akan menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi, maka Yesus Anak Daud lahir sebagai penggenapan perjanjian TUHAN bagi orang Israel.

TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: “berbaliklah kamu daripada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah kuperintahkan kepada nenekmoyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku.         (2 Raja-raja 17:13).
          TUHAN telah memperingatkan orang A3 dengan theofani sebagai undang-undang-Nya yang disampaikan kepada orang tua terdahulu (Abraham Kambuaya, Simon Isir, Piter Howay, Markus Solossa, Habel Tamunete) dengan perantaraan rasul Ruben Rumbiak agar orang A3 “berbalik dari jalan yang jahat dan mengikuti perintah dan ketetapan TUHAN sesuai dengan empat hukum theofani: “Pelihara Kesatuan, Kerendahan Hati, Kasih, dan Kehormatan kepada semua orang. Maka Kasih karunia tetap menjadi turun temurun.”
          Di seluruh dunia, undang-undang  Negara dan peraturan bangsa disusun, ditetapkan dan disahkan oleh manusia, tetapi bangsa Israel di timur tengah TUHAN menulis, menetapkan dan mengesahkan undang-undang sepuluh hukum taurat bagi mereka, kemudian di timur jauh ujung bumi suku A3 TUHAN menyusun, menetapkan dan mengesahkan undang-undang empat hukum theofani bagi mereka karena DIA menjadi TUHAN mereka dan memilih mereka sebagai umat-Nya. (Ibrani 8:10; “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Elohim mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”).
          Israel dipilih oleh TUHAN sebagai harta pusaka-Nya maka ditetapkan sepuluh hukum taurat untuk mengatur Israel – A3 dibentuk dengan tangan TUHAN di timur jauh ujung bumi sebagai harta karun-Nya, maka ditetapkanlah empat hukum theofani untuk mengatur A3. (Yesaya 19:25).
Israel TUHAN jaga mereka, maka di gunung Sinai TUHAN membuat ketetapan sepuluh hukum taurat sebagai perintah dan peraturan kepada mereka melalui nabi Musa, oleh karena itulah orang Israel sangat hati-hati dan selalu ingat akan TUHAN ELOHIM mereka, dengan berpegang pada sepuluh hukum taurat sebagai perintah, peraturan dan ketetapan TUHAN Elohim mereka yang disampaikan melalui nabi Musa untuk menyampaikan kepada mereka – A3 TUHAN tuntun mereka, maka di Kayahai bumi A3 TUHAN membuat ketetapan empat hukum theofani sebagai perintah dan peraturan kepada mereka melalui rasul Ruben Rumbiak, oleh karenanya orang A3 harus hati-hati supaya tidak melupakann TUHAN ALFA OMEGA mereka dengan berpegang kepada theofani sebagai perintah, peraturan, dan ketetapan Tuhan yang disampaikan melalui perantaraan rasul Ruben Rumbiak untuk menyampaikan kepada mereka. (Ulangan 8:11; “Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Elohimmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini.”).
A3 harus mengasihi TUHAN, Elohim, dan setia melakukan kewajiban mereka terhadap TUHAN dengan senantiasa berpegang pada semua ketetapan TUHAN tentang theofani sebagai peraturan, dan perintah TUHAN mereka. (Ulangan 11:1; ”Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Elohimmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap DIA dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya, dan perintah-Nya.”).
Ketika TUHAN ALFA DAN OMEGA berbicara kepada orang A3 melalui perantaraan hamba-Nya rasul Ruben Rumbiak tentang ketetapan dan peraturan theofani, sesungguhnya pada hari itu juga TUHAN memerintahkan orang A3 untuk melakukan theofani itu dengan setia, dengan segenap hati dan segenap jiwa. (Ulangan 26:16; “Pada hari ini TUHAN, Elohimmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu.”).
Ketika orang A3 telah menerima janji daripada TUHAN ALFA DAN OMEGA, pada waktu itu juga DIA menjadi TUHAN mereka maka A3 harus hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN kepada mereka melalui theofani dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan TUHAN dalam theofani dan mendengarkan suara-Nya. (Ulangan 26:17; “Engkau telah menerima janji daripada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Elohimmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya.”).
Ketika A3 berjanji untuk melakukan theofani dengan baik dan benar sebagai ketetapan TUHAN, maka DIA menerima janji dari orang A3 pada hari itu juga, dan mengangkat A3 menjadi bagian dari umat kesayangan-Nya, sesuai yang dijanjikan TUHAN kepada A3 dalam perjumpaan-Nya melalu perantaraan hamba-Nya rasul Ruben Rumbiak,  dan bahwa A3 akan berpegang pada segala perintah TUHAN dalam theofani, dan TUHAN pun akan mengangkat A3 di atas segala suku yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka A3 akan menjadi umat yang kudus di timur jauh ujung bumi bagi TUHAN ALFA DAN OMEGA mereka, maka kasih karunia yang TUHAN tetapkan menjadi milik A3 untuk selama-lamanya. (Ulangan 26:18-19; “Dan TUHAN telah menerima janji daripadamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya.” – dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Elohimmu, seperti yang dijanjikan-Nya.”).
Tak ada bangsa besar di dunia yang mempunyai ketetapan dan peraturan yang begitu sangat adil seperti seluruh hukum taurat dan hukum theofani yang ditetapkan oleh TUHAN kepada bangsa Israel dan suku A3. (Ulangan 4:8; “Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?”.). Oleh karena kebaikan TUHAN dalam menetapkan hukum theofani bagi A3, jadi orang A3 harus berpegang pada perintah, dan ketetapan dan peraturan theofani yang disampaikan TUHAN ALFA DAN OMEGA pada waktu itu di bumi A3 untuk dilakukan sehingga kasih karunia tetap menjadi bagian turun temurun A3, karena jika orang A3 mendengarkan peraturan theofani serta melakukannya dengan setia maka kepada orang A3 TUHAN akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan oleh DIA dengan sumpah kepada orang terdahulu A3 tentang ketetapan kasih karunia menjadi bagian turun temurun mereka di New Guinea. (Ulangan 7:11-12; “Jadi berpeganglah pada perntah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilaksanakan.” – “Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau TUHAN, Elohimmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpak kepada nenek moyangmu.”).
Hukum theofani yang ditetapkan oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA bagi orang A3 ini berlaku bagi orang A3 dan juga berlaku bagi orang asing yang tinggal di A3. (Bilangan 15:16; “Satu hukum dan satu peraturan berlaku bagi kamu dan bagi orang asing yang tinggal padamu.”).
Orang A3 harus melakukan hukum theofani dengan serius karena theofani merupakan ketetapan TUHAN dan hidup menurut semua yang ditetapkan dalam theofani itu. Karena orang yang menghormati theofani dan melakukannya, akan dikawal dan diamankan oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA sepanjang hidupnya. (Imamat 18:4-5; “Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Elohimmu.” – “Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya: Akulah TUHAN.”).
Jikalau orang A3 tidak mendengarkan TUHAN ALFA DAN OMEGA, maka DIA akan lebih keras menghajar A3 dan TUHAN akan mematahkan kepemimpinan putera puteri A3 yang dibanggakan dan membuat langit di atas mereka sebagai besi dan tanah mereka sebagai tembaga kerasnya sehingga jerih payah dan kerja keras yang dilakukan oleh putera puteri A3 untuk menjadi manusia pembangun di New Guinea akan mengalami kegagalan sampai tenaga mereka habis dengan sia-sia, tanah mereka tidak akan memberikan hasilnya dan pohon-pohonan di A3 tidak akan memberikan buahnya, bahkan danau Ayamaru pun kering, ikan-ikan mengalami penyusutan menjadi kecil, segala usaha ladang mengalami penurunan karena kesalahan orang A3. (Imamat 26:18-20; “Dan jikalau kamu dalam keadaan yang demikian pun tidak mendengarkan Daku, maka Aku akan lebih keras menghajar kamu sampai tujuh kali lipat karena dosamu, dan Aku akan mematahkan kekuasaanmu yang kaubanggakan dan akan membuat langit di atasmu sebagai besi dan tanahmu sebagai tembaga. Maka tenagamu akan habis dengan sia-sia, tanahmu tidak akan memberikan hasilnya dan pohon-pohonan di tanah itu tidak akan memberikan buahnya.” ).
Dengan demikian orang A3 harus berpegang pada segala ketetapan TUHAN dan segala peraturan TUHAN dalam theofani serta melakukan semuanya, supaya A3 jangan dimuntahkan oleh negeri yang TUHAN bawa orang A3 tinggal di sana. (Imamat 20:22; “Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu, supaya jangan kamu dimuntahkan oleh negeri ke mana Aku membawa kamu untuk diam di sana.” ).
 Akan tetapi orang A3 akan diam di tanah negeri mereka A3 dengan aman dan tenteram jikalau melakukan ketetapan TUHAN ALFA DAN OMEGA dalam theofani dan tetap berpegang pada peraturan TUHAN dan melakukannya. (Imamat 25:18; “Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman dan tenteram.”).
A.   Korelasi Empat Hukum Theofani Dengan Sepuluh Hukum Taurat
Berikut kita akan mengurai korelasi empat hukum theofani dengan sepuluh hukum taurat dalam pandangan Alkitabi sebagai berikut:
1.    Hukum Theofani pertama: Pelihara Kesatuan; Korelasinya dengan sepuluh hukum Taurat mencakup:
a.    Jangan Berzinah; sebab perbuatan zinah mengakibatkan pertengkaran dan pertikaian antar sesame yang berhujung pada perpecahan dan akhirnya perintah untuk pelihara kesatuan menjadi gagal. (Keluaran 20:14).
b.    Jangan Mangucapkan saksi dusta tentang sesamamu; sebab perbuatan saksi dusta adalah perbuatan yang akan mengakibatkan pertengkaran yang berhujung pada perpecahan sehingga perintah untuk pelihara kesatuan menjadi gagal. (Keluaran 20:16).
2.    Hukum Theofani kedua adalah: Kerendahan Hati; Korelasinya dengan sepuluh hukum Taurat mencakup:
a.    Kasihilah Tuhan, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu; sebab perbuatan kasih adalah perbuatan yang datang dari orang yang memiliki kerendahan hati.        (Matius 22:37).
b.    Kasihilah Sesamamu Manusia seperti dirimu sendiri; sebab orang yang memiliki kasih adalah orang yang memiliki hati yang lembut, hati yang penuh kasi, orang yang murah hati, panjang sabar, adalah perbuatan dari orang-orang yang memiliki kerendahan hati. (Matius 22:39).
3.     Hukum Theofani ketiga adalah: Kasih; Korelasinya dengan sepulu hukum Taurat mencakup:
a.    Kasihilah Tuhan Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu; sebab dengan mengasihi Tuhan membuat hati TUHAN bersukacita, dengan mengasihi TUHAN membuat mata Tuhan memperhatikan kita setiap saat, dengan mengasihi TUHAN membuat Tuhan senantiasa menjaga, melindungi dan membela kita dihadapan musuh-musuh kita, mengasihi TUHAN berarti kita telah mengundang Tuhan untuk datang kepada kita, dengan mengasihi TUHAN membuat Tuhan mengasihi kita setiap saat, karena kasih yang besar membuat hati TUHAN terpikat kepada kita. (Matius 22:37).
b.    Kasihilah Sesamamu Manusia seperti dirimu sendiri; sebab kasih yang besar membuat orang bersukacita, kasih mendatangkan kedamaian, kasih menghilangkan pertikaian, kasih menghilangkan perselisihan, kasih menghilangkan amarah, kasih menghilangkan kekerasan, kasih memberikan kelembutan, kasih menghilangkan irih hati, kasih menghilangkan ego, kasih menutupi segala-galanya. (Matius 22:39).
c.    Jangan membunuh; hati yang belas kasih itu penuh mengasihi, memberikan kasih sayang kepada semua orang, mengampuni orang, tidak membunuh. (Keluaran 20:13).
4.    Hukum Theofani keempat adalah: Kehormatan Kepada Semua Orang; korelasinya dengan hukum Taurat mencakup:
a.    Jangan ada padamu Elohim lain di hadapanmu; Agar supaya Tuhan Elohim menghormatimu, mengasihimu, melindungimu, menjagamu, dan memberkatimu. (Keluaran 20:3).
b.    Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau yang ada di dalam air di bawah bumi; Supaya TUHAN jangan cemburu dan membencimu, menolakmu, berperkara denganmu, menggagalkan semua impianmu, membinasakanmu, berpaling darimu. (Keluaran 20:4).
c.    Jangan menyebut nama TUHAN Elohimmu dengan sembarangan, sebab, TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Nama Tuhan adalah nama yang penuh kuasa, dengan menghormati nama TUHAN berarti kita menghormati diri kita sendiri. Tidak menghormati nama TUHAN maka TUHAN tidak mengenalmu dan membuatmu terhina. (Keluaran 20:7).
d.    Ingat dan kuduskanlah hari sabat; sebab Tuhan memberkati hari sabat dan menguduskannya oleh karenanya demi kehormatan dan kekudusan Tuhan kita harus setia menguduskan hari yang ditetapkan TUHAN, sebab jika ketetapan itu dilanggar maka TUHAN memberikan hukuman. (Keluaran 20:8).
e.    Hormatilah Ayahmu dan Ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Elohimmu, kepadamu; sebab orang tua adalah Tuhan kedua, maka dengan menghormati orang tua berarti menghormati Tuhan, dengan menghormati orang tua, maka kita telah menjaga bagian yang terhormat dari diri kita sendiri. Menjaga orang tua adalah menjaga kehormatan kita. (Keluaran 20:12).
f.     Jangan mencuri; mencuri adalah perbuatan tidak terhormat. Perilaku demikian adalah perilaku yang tidak menjaga kehormatan kita. (Keluaran 20:16).
g.    Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini isterinya atau hambanya perempuan, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu; sebab keinginan adalah perbuatan daging yang penuh dengan hawa nafsu, serakah, perilaku tidak terhormat. (Keluaran 20:17).
Hukum yang terbesar dan yang terutama dari empat hukum theofani dan sepuluh hukum taurat ialah KASIH kepada Tuhan dan KASIH kepada sesama manusia.

B.   Empat Hukum Theofani Implikasi Buah Roh
Empat hukum theofani merupakan implikasi (turunan karunia) buah-buah roh yang ditetapkan oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA kepada suku A3. Empat hukum theofani adalah:
1.    Pelihara Kesatuan
2.    Kerendahan Hati
3.    Kasih, dan
4.    Kehormatan kepada Semua Orang; Kasih Karunia tetap menjadi turun temurun.
Buah-buah roh adalah:
1.    Kasih
2.    Sukacita
3.    Damai Sejahtera
4.    Kesabaran
5.    Kemurahan
6.    Kebaikan
7.    Kesetiaan
8.    Kelemah lembutan
9.    Penguasaan diri
Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5:22-23). Berikut gambar hubungan implikasi buah roh dan theofani berdasarkan makna dan fungsi masing-masing:

Gambar: 01Implikasi Buah-buah Roh dalam THEOFANI

Theofani adalah anak kandung dari buah roh yang dilahirkan dari kandungan rohani TUHAN, untuk A3 di negeri timur jauh ujung bumi, tempat matahari terbit -  Theofani adalah anak sulung buah roh yang dilahrikan pertama bagi orang A3. Buah roh dilahirkan dari janin TUHAN Elohim kepada Israel, kemudia dari janin buah roh theofani dilahirkan untuk A3.
Kelahiran buah-buah roh menandakan suatu perjanjian cinta kasih yang abadi dan kekal dari TUHAN Elohim kepada bangsa Israel – kelahiran theofani menunjukkan karunia perjanjian cinta kasih yang abadi dan kekal dari TUHAN ALFA DAN OMEGA kepada suku A3. Yesus pokok rohani – Israel pohon rohani – A3 buah rohani.
TUHAN Elohim memilih Israel sebagai pusaka rohani-Nya karena anak-Nya Yesus Kristus akan lahir di Betlehem, maka bintang-Nya dari timur pergi ke Betlehem-Israel untuk menyambutnya. (Matius 2:2) – TUHAN ALFA DAN OMEGA mempersiapkan A3 di ujung bumi sebagai harta karun rohani karena TUHAN Elohim menyerahkannya kepada anak-Nya Yesus Kristus sebagai milik kepunyaan-Nya. (Mazmur 2:8b; “dan ujung bumi menjadi milik kepunyaanmu.”), maka bintang-Nya dari timur tengah datang ke negeri timur ujung bumi (Papua) dan diikuti oleh Ottow dan Geissler lalu berhenti di Mansinam sebagai tanda bahwa Yesus Kristus telah hadir di tanah Papua milik kepunyaan-Nya dan Yesus mengutus malaikat-Nya menjelaskan tentang identitas diri-Nya kepada orang Papua bahwa Dia adalah tunas dari keturunan Daud, bintang timur yang gilang gemilang. (Wahyu 22:16; “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberikan kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang”), dan bintang timur itu dikaruniakan kepada negeri timur ujung bumi (Wahyu 2:28; “dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur”). A3 adalah suku kecil di ujung bumi yang diserahkan kepada Yesus Kristus sebagai milik kepunyaan-Nya. A3 memang suku yang sangat terkecil di tanah Papua seperti Betlehem di tanah Yehuda, namun dia sesekali bukanlah yang terkecil. Sebab dari A3 Tuhan tetapkan menjadi pemimpin untuk memimpin umat-Nya di timur jauh ujung bumi. (Matius 2:6; “Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel).
Oleh karena A3 menjadi milik kepunyaan Kristus Yesus yang sudah ditebus oleh darah-Nya dan menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginan mereka. (Galatia 5:24; “Barang siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya”). Olehsebab itu, A3 jangan gila gormat, jangan saling menantang dan jangan salling mendengki. (Galatia 5:26; “dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.”), inilah makna sesungguhnya dari hukum keempat theofani, yaitu jaga kehormatan kepada semua orang.
Hukum theofani adalah anak sulung dari buah roh sebagai undang-undang yang mengatur orang A3 agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan daging seperti; percabulan, kecemaran, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri (egois), percideraan, roh perpecahan, kedengkian, kemabukan, pesta pora, penyembahan berhala, dan sebagainya. Terhadap semua itu, TUHAN peringatkan A3 dalam ketetapan theofani, dan jika ada diantara orang A3 yang melakukan hal-hal demikian, dia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Elohim. (Galatia 6:19-21; “Perbuatan daging telah nyata, yaitu; percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti yang telah kubuat dahulu – bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Elohim.”).
Israel TUHAN membuat undang-undang mereka dengan sepuluh hukum taurat karena TUHAN yang memerdekakan Israel – A3 TUHAN susun undang-undang mereka dengan empat hukum theofani karena A3 telah dimerdekakan oleh Yesus Kristus. (Roma 6:6 dan 22; “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran; - Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Elohim, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup kekal.”). Supaya A3 sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan mereka, oleh karena itu A3 harus berdiri teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. (Galatia 5:1; “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”). orang A3 adalah manusia pembangun yang sudah dijanjikan oleh TUHAN bukan menjadi perhambaan, “bertobatlah!”.
Kebebasan bangsa Israel keluar dari Mesir, diawali dengan perjumpaan TUHAN dengan mereka melalui perantaraan nabi Musa – Kepemimpinan A3 diawali dengan perjumpaan TUHAN ALFA DAN OMEGA dengan mereka melalui perantaraan rasul Ruben Rumbiak. (Keluaran 3:14 dan peristiwa theofani).
Jika TUHAN ALFA DAN OMEGA tidak mengikat perjanjian dan ketetapan karunia kepemimpinan kepada A3, maka tidak ada kemasyhuran pemimpin dari putera puteri A3 yang tersohor seperti Gubernur, Bupati, Walikota, Rektor, dan Ketua Sinode – theofani adalah fondasi berdirinya bangunan kepemimpinan orang A3 – theofani adalah awal dari karunia kepemimpinan putera puteri A3.
TUHAN memperkenalkan diri-Nya terakhir di Kayahai bumi A3 dan memberikan hukum theofani sebagai yang akhir karena permulaan di tanah Midian TUHAN memperkenalkan dirinya sebagai yang awal dan memberikan sepuluh hukum taurat sebagai yang pertama bagi Israel di gunung Sinai.
TUHAN menyebut nama-Nya di A3 karena Tuhan membentuk A3 dengan tangan-Nya sendiri– TUHAN menyebut nama-Nya di Israel karena Tuhan memilih Israel sebagai pusaka-Nya. (Yesaya 19:25; “yang diberkati oleh TUHAN semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel milik pusaka-Ku.”). Tiga bangsa yang disebutkan ini, yaitu; Mesir, Israel Asyur telah ada semenjak peradaban dunia pertama zaman mula-mula. Dalam perkembangan berikutnya, Mesir dan Israel masih ada namun Asyur telah hilang, entah siapakah Asyur yang hilang? Para ahli sedang melacak bangsa ini apakah orang-orang yang dahulu hidup di Asyur itu telah punah ataukah dimusnahkan? Para ilmuwan mengatakan bahwa inilah sebuah ayat yang terselip dengan pembuktian yang misterius.
Ketetapan bangsa Israel diberikan oleh TUHAN ketika Yakub berubah menjadi Israel di sungai Yabok – ketetapan A3 oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA di Kayahai dalam agenda TUHAN dan merupakan suatu misteri. Ketika Yakub berubah menjadi Israel TUHAN menetapkan berkat dan kutuk di atasnya, karena dari Israel segala bangsa di muka bumi akan mendapat berkat – ketika Maybrat berubah menjadi A3, TUHAN menetapkan karunia kepemimpinan bagi mereka bahwa putera puteri A3 akan menjadi manusia-manusia pembangun (menjadi berkat) di New Guninea “bangsa negeri timur”. (Kejadian 12:3).
Theofani adalah undang-undang yang melindungi A3, oleh karena itu jikalau orang A3 taat dan menjalani hukum theofani dengan baik dan benar, maka TUHAN akan membuat A3 menjadi bangsa yang besar, dan memberkati A3 serta membuat nama A3 masyhur; dan A3 akan menjadi berkati bagi bangsa negeri timur. (Kejadian 3:11).
Yakub berubah menjadi Israel karena dari Israel Yesus Kristus Juru Selamat lahir dan dari Israel keluar firman Tuhan dan pengajaran dari gunung Sion – Maybrat berubah menjadi A3 karena ada kepentingan TUHAN yang nanti lahir dari A3 bagi keselamatan dunia di akhir zaman.
Israel bangsa perjanjian penerima sepuluh hukum taurat – A3 suku penggenapan penerima empat hukum theofani. (Keluaran 20:3-17). Tuhan berbicara langsung dari langit kepada Israel melalui perantaraan nabi Musa – Tuhan berbicara langsung dari langit kepada A3 melalui perantaraan rasul Ruben Rumbiak. (Keluaran 20:22; “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah menyaksikan, bahwa Aku berbicara dengan kamu dari langit.”).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar