THEOFANI DALAM PANDANGAN ALKITAB
Oleh
HAMAH SAGRIM
THEOFANI = FIRMAN = HUKUM = UNDANG-UNDANG
=PERATURAN=KETETAPAN=PERINTAH
(Yohanes 1:1-3), (2 Raja-raja 17:13; 17:34),
(Yesaya 51:4), (Ibrani 8:10; 10:16),
(Keluaran 21:1), (Imamat 18:4-5, 26; 19:37;
20:22; 25:18),
(Bilangan 15:16), (Ulangan 4:8;
7:11-12),(Ulangan 8:11; 11:1; 26:16-17)
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Elohim dan Firman itu adalah Elohim, Ia pada mulanya
bersama-sama dengan Elohim. Segala sesuatu dijadikan oleh DIa dan tanpa Dia
tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia
ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
(Yohanes 1:1-3).
Theofani adalah firman yang
disampaikan oleh Tuhan Alfa dan Omega kepada orang A3. Oleh karena maklumat
theofani maka perjanjian karunia kepemimpinan bagi A3 ditetapkan. Tuhan telah
membuat ketetapan dan janji besar bagi orang A3 untuk menjadi pemimpin di New
Guinea. Cara kerja TUHAN adalah mengawali dengan perjanjian kemudia berkat itu
diberikan, dalam pengertian bahwa berkat TUHAN tidak bisa mendahului
perjanjian-Nya. Jika tak ada perjanjian TUHAN maka tak ada karunia berkat atas
kebangsaan. Ketika Tuhan berjanji kepada Abraham, Ishak, dan Yakub – Israel
bahwa mereka akan menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi, maka Yesus Anak
Daud lahir sebagai penggenapan perjanjian TUHAN bagi orang Israel.
TUHAN telah memperingatkan kepada orang
Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang
tilik: “berbaliklah kamu daripada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah
ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang
telah kuperintahkan kepada nenekmoyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada
mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku. (2 Raja-raja 17:13).
TUHAN telah memperingatkan orang A3
dengan theofani sebagai undang-undang-Nya yang disampaikan kepada orang tua
terdahulu (Abraham Kambuaya, Simon Isir, Piter Howay, Markus Solossa, Habel
Tamunete) dengan perantaraan rasul Ruben Rumbiak agar orang A3 “berbalik dari
jalan yang jahat dan mengikuti perintah dan ketetapan TUHAN sesuai dengan empat
hukum theofani: “Pelihara Kesatuan, Kerendahan Hati, Kasih, dan Kehormatan kepada semua
orang. Maka Kasih karunia tetap menjadi turun temurun.”
Di seluruh dunia, undang-undang Negara dan peraturan bangsa disusun,
ditetapkan dan disahkan oleh manusia, tetapi bangsa Israel di timur tengah
TUHAN menulis, menetapkan dan mengesahkan undang-undang sepuluh hukum taurat
bagi mereka, kemudian di timur jauh ujung bumi suku A3 TUHAN menyusun,
menetapkan dan mengesahkan undang-undang empat hukum theofani bagi mereka
karena DIA menjadi TUHAN mereka dan memilih mereka sebagai umat-Nya. (Ibrani
8:10; “Maka inilah perjanjian yang
Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku
akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati
mereka, maka Aku akan menjadi Elohim mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”).
Israel dipilih oleh TUHAN sebagai
harta pusaka-Nya maka ditetapkan sepuluh hukum taurat untuk mengatur Israel –
A3 dibentuk dengan tangan TUHAN di timur jauh ujung bumi sebagai harta
karun-Nya, maka ditetapkanlah empat hukum theofani untuk mengatur A3. (Yesaya
19:25).
Israel TUHAN jaga mereka, maka di gunung Sinai TUHAN membuat
ketetapan sepuluh hukum taurat sebagai perintah dan peraturan kepada mereka
melalui nabi Musa, oleh karena itulah orang Israel sangat hati-hati dan selalu
ingat akan TUHAN ELOHIM mereka, dengan berpegang pada sepuluh hukum taurat
sebagai perintah, peraturan dan ketetapan TUHAN Elohim mereka yang disampaikan
melalui nabi Musa untuk menyampaikan kepada mereka – A3 TUHAN tuntun mereka,
maka di Kayahai bumi A3 TUHAN membuat ketetapan empat hukum theofani sebagai
perintah dan peraturan kepada mereka melalui rasul Ruben Rumbiak, oleh
karenanya orang A3 harus hati-hati supaya tidak melupakann TUHAN ALFA OMEGA
mereka dengan berpegang kepada theofani sebagai perintah, peraturan, dan
ketetapan Tuhan yang disampaikan melalui perantaraan rasul Ruben Rumbiak untuk
menyampaikan kepada mereka. (Ulangan 8:11; “Hati-hatilah,
supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Elohimmu, dengan tidak berpegang pada
perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari
ini.”).
A3 harus mengasihi TUHAN, Elohim, dan setia melakukan kewajiban
mereka terhadap TUHAN dengan senantiasa berpegang pada semua ketetapan TUHAN
tentang theofani sebagai peraturan, dan perintah TUHAN mereka. (Ulangan 11:1; ”Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Elohimmu,
dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap DIA dengan senantiasa berpegang
pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya, dan perintah-Nya.”).
Ketika TUHAN ALFA DAN OMEGA berbicara kepada orang A3 melalui perantaraan
hamba-Nya rasul Ruben Rumbiak tentang ketetapan dan peraturan theofani,
sesungguhnya pada hari itu juga TUHAN memerintahkan orang A3 untuk melakukan
theofani itu dengan setia, dengan segenap hati dan segenap jiwa. (Ulangan
26:16; “Pada hari ini TUHAN, Elohimmu,
memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya
itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu.”).
Ketika orang A3 telah menerima janji daripada TUHAN ALFA DAN OMEGA,
pada waktu itu juga DIA menjadi TUHAN mereka maka A3 harus hidup menurut jalan
yang ditunjukkan TUHAN kepada mereka melalui theofani dan berpegang pada
ketetapan, perintah serta peraturan TUHAN dalam theofani dan mendengarkan
suara-Nya. (Ulangan 26:17; “Engkau telah
menerima janji daripada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Elohimmu,
dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada
ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya.”).
Ketika A3 berjanji untuk melakukan theofani dengan baik dan benar
sebagai ketetapan TUHAN, maka DIA menerima janji dari orang A3 pada hari itu juga,
dan mengangkat A3 menjadi bagian dari umat kesayangan-Nya, sesuai yang
dijanjikan TUHAN kepada A3 dalam perjumpaan-Nya melalu perantaraan hamba-Nya rasul
Ruben Rumbiak, dan bahwa A3 akan
berpegang pada segala perintah TUHAN dalam theofani, dan TUHAN pun akan
mengangkat A3 di atas segala suku yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi
terpuji, ternama dan terhormat. Maka A3 akan menjadi umat yang kudus di timur
jauh ujung bumi bagi TUHAN ALFA DAN OMEGA mereka, maka kasih karunia yang TUHAN
tetapkan menjadi milik A3 untuk selama-lamanya. (Ulangan 26:18-19; “Dan TUHAN telah menerima janji daripadamu
pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang
dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala
perintah-Nya.” – dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang
telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau
akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Elohimmu, seperti yang
dijanjikan-Nya.”).
Tak ada bangsa besar di dunia yang mempunyai ketetapan dan peraturan
yang begitu sangat adil seperti seluruh hukum taurat dan hukum theofani yang
ditetapkan oleh TUHAN kepada bangsa Israel dan suku A3. (Ulangan 4:8; “Dan bangsa besar manakah yang mempunyai
ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang
kubentangkan kepadamu pada hari ini?”.). Oleh karena kebaikan TUHAN dalam
menetapkan hukum theofani bagi A3, jadi orang A3 harus berpegang pada perintah,
dan ketetapan dan peraturan theofani yang disampaikan TUHAN ALFA DAN OMEGA pada
waktu itu di bumi A3 untuk dilakukan sehingga kasih karunia tetap menjadi
bagian turun temurun A3, karena jika orang A3 mendengarkan peraturan theofani
serta melakukannya dengan setia maka kepada orang A3 TUHAN akan memegang
perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan oleh DIA dengan sumpah kepada
orang terdahulu A3 tentang ketetapan kasih karunia menjadi bagian turun temurun
mereka di New Guinea. (Ulangan 7:11-12; “Jadi
berpeganglah pada perntah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan
kepadamu pada hari ini untuk dilaksanakan.” – “Dan akan terjadi, karena kamu
mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka
terhadap engkau TUHAN, Elohimmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya
yang diikrarkan-Nya dengan sumpak kepada nenek moyangmu.”).
Hukum theofani yang ditetapkan oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA bagi orang
A3 ini berlaku bagi orang A3 dan juga berlaku bagi orang asing yang tinggal di
A3. (Bilangan 15:16; “Satu hukum dan satu
peraturan berlaku bagi kamu dan bagi orang asing yang tinggal padamu.”).
Orang A3 harus melakukan hukum theofani dengan serius karena theofani
merupakan ketetapan TUHAN dan hidup menurut semua yang ditetapkan dalam
theofani itu. Karena orang yang menghormati theofani dan melakukannya, akan
dikawal dan diamankan oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA sepanjang hidupnya. (Imamat
18:4-5; “Kamu harus lakukan peraturan-Ku
dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah
TUHAN, Elohimmu.” – “Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan
peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya: Akulah TUHAN.”).
Jikalau orang A3 tidak mendengarkan TUHAN ALFA DAN OMEGA, maka DIA
akan lebih keras menghajar A3 dan TUHAN akan mematahkan kepemimpinan putera puteri
A3 yang dibanggakan dan membuat langit di atas mereka sebagai besi dan tanah
mereka sebagai tembaga kerasnya sehingga jerih payah dan kerja keras yang
dilakukan oleh putera puteri A3 untuk menjadi manusia pembangun di New Guinea akan
mengalami kegagalan sampai tenaga mereka habis dengan sia-sia, tanah mereka
tidak akan memberikan hasilnya dan pohon-pohonan di A3 tidak akan memberikan
buahnya, bahkan danau Ayamaru pun kering, ikan-ikan mengalami penyusutan
menjadi kecil, segala usaha ladang mengalami penurunan karena kesalahan orang
A3. (Imamat 26:18-20; “Dan jikalau kamu
dalam keadaan yang demikian pun tidak mendengarkan Daku, maka Aku akan lebih
keras menghajar kamu sampai tujuh kali lipat karena dosamu, dan Aku akan
mematahkan kekuasaanmu yang kaubanggakan dan akan membuat langit di atasmu
sebagai besi dan tanahmu sebagai tembaga. Maka tenagamu akan habis dengan
sia-sia, tanahmu tidak akan memberikan hasilnya dan pohon-pohonan di tanah itu
tidak akan memberikan buahnya.” ).
Dengan demikian orang A3 harus berpegang pada segala ketetapan TUHAN
dan segala peraturan TUHAN dalam theofani serta melakukan semuanya, supaya A3
jangan dimuntahkan oleh negeri yang TUHAN bawa orang A3 tinggal di sana. (Imamat
20:22; “Demikianlah kamu harus berpegang
pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu,
supaya jangan kamu dimuntahkan oleh negeri ke mana Aku membawa kamu untuk diam
di sana.” ).
Akan tetapi orang A3 akan diam di tanah negeri
mereka A3 dengan aman dan tenteram jikalau melakukan ketetapan TUHAN ALFA DAN
OMEGA dalam theofani dan tetap berpegang pada peraturan TUHAN dan melakukannya.
(Imamat 25:18; “Demikianlah kamu harus
melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta
melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman dan tenteram.”).
A.
Korelasi Empat Hukum Theofani Dengan Sepuluh
Hukum Taurat
Berikut
kita akan mengurai korelasi empat hukum theofani dengan sepuluh hukum taurat
dalam pandangan Alkitabi sebagai berikut:
1. Hukum Theofani pertama: Pelihara Kesatuan; Korelasinya dengan sepuluh hukum Taurat
mencakup:
a. Jangan
Berzinah; sebab perbuatan
zinah mengakibatkan pertengkaran dan pertikaian antar sesame yang berhujung
pada perpecahan dan akhirnya perintah untuk pelihara kesatuan menjadi gagal. (Keluaran
20:14).
b. Jangan
Mangucapkan saksi dusta tentang sesamamu; sebab perbuatan saksi dusta adalah perbuatan yang akan
mengakibatkan pertengkaran yang berhujung pada perpecahan sehingga perintah
untuk pelihara kesatuan menjadi gagal. (Keluaran 20:16).
2. Hukum Theofani kedua adalah: Kerendahan Hati; Korelasinya dengan
sepuluh hukum Taurat mencakup:
a. Kasihilah
Tuhan, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan
segenap akal budimu; sebab
perbuatan kasih adalah perbuatan yang datang dari orang yang memiliki
kerendahan hati. (Matius 22:37).
b. Kasihilah
Sesamamu Manusia seperti dirimu sendiri; sebab orang yang memiliki kasih adalah orang yang memiliki hati yang
lembut, hati yang penuh kasi, orang yang murah hati, panjang sabar, adalah
perbuatan dari orang-orang yang memiliki kerendahan hati. (Matius 22:39).
3. Hukum
Theofani ketiga adalah: Kasih; Korelasinya
dengan sepulu hukum Taurat mencakup:
a. Kasihilah
Tuhan Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan
segenap akal budimu; sebab dengan
mengasihi Tuhan membuat hati TUHAN bersukacita, dengan mengasihi TUHAN membuat
mata Tuhan memperhatikan kita setiap saat, dengan mengasihi TUHAN membuat Tuhan
senantiasa menjaga, melindungi dan membela kita dihadapan musuh-musuh kita,
mengasihi TUHAN berarti kita telah mengundang Tuhan untuk datang kepada kita,
dengan mengasihi TUHAN membuat Tuhan mengasihi kita setiap saat, karena kasih
yang besar membuat hati TUHAN terpikat kepada kita. (Matius 22:37).
b. Kasihilah
Sesamamu Manusia seperti dirimu sendiri; sebab kasih yang besar membuat orang bersukacita, kasih mendatangkan
kedamaian, kasih menghilangkan pertikaian, kasih menghilangkan perselisihan,
kasih menghilangkan amarah, kasih menghilangkan kekerasan, kasih memberikan
kelembutan, kasih menghilangkan irih hati, kasih menghilangkan ego, kasih
menutupi segala-galanya. (Matius 22:39).
c. Jangan
membunuh; hati yang belas kasih
itu penuh mengasihi, memberikan kasih sayang kepada semua orang, mengampuni
orang, tidak membunuh. (Keluaran 20:13).
4. Hukum Theofani keempat adalah: Kehormatan Kepada Semua Orang; korelasinya
dengan hukum Taurat mencakup:
a. Jangan
ada padamu Elohim lain di hadapanmu; Agar supaya Tuhan Elohim menghormatimu, mengasihimu, melindungimu,
menjagamu, dan memberkatimu. (Keluaran 20:3).
b. Jangan
membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau
yang ada di dalam air di bawah bumi; Supaya TUHAN jangan cemburu dan membencimu, menolakmu, berperkara
denganmu, menggagalkan semua impianmu, membinasakanmu, berpaling darimu. (Keluaran
20:4).
c. Jangan
menyebut nama TUHAN Elohimmu dengan sembarangan, sebab, TUHAN akan memandang
bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Nama Tuhan adalah nama yang penuh kuasa,
dengan menghormati nama TUHAN berarti kita menghormati diri kita sendiri. Tidak
menghormati nama TUHAN maka TUHAN tidak mengenalmu dan membuatmu terhina.
(Keluaran 20:7).
d. Ingat
dan kuduskanlah hari sabat; sebab
Tuhan memberkati hari sabat dan menguduskannya oleh karenanya demi kehormatan
dan kekudusan Tuhan kita harus setia menguduskan hari yang ditetapkan TUHAN,
sebab jika ketetapan itu dilanggar maka TUHAN memberikan hukuman. (Keluaran
20:8).
e. Hormatilah
Ayahmu dan Ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Elohimmu,
kepadamu; sebab orang tua
adalah Tuhan kedua, maka dengan menghormati orang tua berarti menghormati
Tuhan, dengan menghormati orang tua, maka kita telah menjaga bagian yang
terhormat dari diri kita sendiri. Menjaga orang tua adalah menjaga kehormatan
kita. (Keluaran 20:12).
f. Jangan
mencuri; mencuri adalah
perbuatan tidak terhormat. Perilaku demikian adalah perilaku yang tidak menjaga
kehormatan kita. (Keluaran 20:16).
g. Jangan
mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini isterinya atau hambanya perempuan,
atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang
dipunyai sesamamu; sebab
keinginan adalah perbuatan daging yang penuh dengan hawa nafsu, serakah,
perilaku tidak terhormat. (Keluaran 20:17).
Hukum yang terbesar dan yang terutama dari empat hukum theofani dan
sepuluh hukum taurat ialah KASIH kepada Tuhan dan KASIH kepada sesama manusia.
B.
Empat Hukum Theofani Implikasi Buah Roh
Empat hukum theofani merupakan implikasi (turunan karunia) buah-buah
roh yang ditetapkan oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA kepada suku A3. Empat hukum theofani
adalah:
1. Pelihara Kesatuan
2. Kerendahan Hati
3. Kasih, dan
4. Kehormatan kepada Semua Orang; Kasih Karunia
tetap menjadi turun temurun.
Buah-buah roh adalah:
1. Kasih
2. Sukacita
3. Damai Sejahtera
4. Kesabaran
5. Kemurahan
6. Kebaikan
7. Kesetiaan
8. Kelemah lembutan
9. Penguasaan diri
Tidak ada
hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5:22-23). Berikut gambar hubungan
implikasi buah roh dan theofani berdasarkan makna dan fungsi masing-masing:
Gambar: 01Implikasi Buah-buah Roh dalam THEOFANI
Theofani adalah anak kandung dari buah roh yang dilahirkan dari
kandungan rohani TUHAN, untuk A3 di negeri timur jauh ujung bumi, tempat
matahari terbit - Theofani adalah anak
sulung buah roh yang dilahrikan pertama bagi orang A3. Buah roh dilahirkan dari
janin TUHAN Elohim kepada Israel, kemudia dari janin buah roh theofani
dilahirkan untuk A3.
Kelahiran buah-buah roh menandakan suatu perjanjian cinta kasih yang
abadi dan kekal dari TUHAN Elohim kepada bangsa Israel – kelahiran theofani
menunjukkan karunia perjanjian cinta kasih yang abadi dan kekal dari TUHAN ALFA
DAN OMEGA kepada suku A3. Yesus pokok rohani – Israel pohon rohani – A3 buah
rohani.
TUHAN Elohim memilih Israel sebagai pusaka rohani-Nya karena anak-Nya
Yesus Kristus akan lahir di Betlehem, maka bintang-Nya dari timur pergi ke
Betlehem-Israel untuk menyambutnya. (Matius 2:2) – TUHAN ALFA DAN OMEGA
mempersiapkan A3 di ujung bumi sebagai harta karun rohani karena TUHAN Elohim
menyerahkannya kepada anak-Nya Yesus Kristus sebagai milik kepunyaan-Nya.
(Mazmur 2:8b; “dan ujung bumi menjadi
milik kepunyaanmu.”), maka bintang-Nya dari timur tengah datang ke negeri
timur ujung bumi (Papua) dan diikuti oleh Ottow dan Geissler lalu berhenti di
Mansinam sebagai tanda bahwa Yesus Kristus telah hadir di tanah Papua milik
kepunyaan-Nya dan Yesus mengutus malaikat-Nya menjelaskan tentang identitas
diri-Nya kepada orang Papua bahwa Dia adalah tunas dari keturunan Daud, bintang
timur yang gilang gemilang. (Wahyu 22:16; “Aku,
Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberikan kesaksian tentang semuanya
ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud,
bintang timur yang gilang-gemilang”), dan bintang timur itu dikaruniakan
kepada negeri timur ujung bumi (Wahyu 2:28; “dan
kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur”). A3 adalah suku kecil di ujung
bumi yang diserahkan kepada Yesus Kristus sebagai milik kepunyaan-Nya. A3
memang suku yang sangat terkecil di tanah Papua seperti Betlehem di tanah
Yehuda, namun dia sesekali bukanlah yang terkecil. Sebab dari A3 Tuhan tetapkan
menjadi pemimpin untuk memimpin umat-Nya di timur jauh ujung bumi. (Matius 2:6;
“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda,
engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah
Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan
menggembalakan umat-Ku Israel).
Oleh karena A3 menjadi milik kepunyaan Kristus Yesus yang sudah
ditebus oleh darah-Nya dan menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan
keinginan mereka. (Galatia 5:24; “Barang
siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala
hawa nafsu dan keinginannya”). Olehsebab itu, A3 jangan gila gormat, jangan
saling menantang dan jangan salling mendengki. (Galatia 5:26; “dan janganlah kita gila hormat, janganlah
kita saling menantang dan saling mendengki.”), inilah makna sesungguhnya
dari hukum keempat theofani, yaitu jaga kehormatan kepada semua orang.
Hukum theofani adalah anak sulung dari buah roh sebagai
undang-undang yang mengatur orang A3 agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan
daging seperti; percabulan, kecemaran, sihir, perseteruan, perselisihan, iri
hati, amarah, kepentingan diri sendiri (egois), percideraan, roh perpecahan,
kedengkian, kemabukan, pesta pora, penyembahan berhala, dan sebagainya.
Terhadap semua itu, TUHAN peringatkan A3 dalam ketetapan theofani, dan jika ada
diantara orang A3 yang melakukan hal-hal demikian, dia tidak akan mendapat
bagian dalam kerajaan Elohim. (Galatia 6:19-21; “Perbuatan daging telah nyata, yaitu; percabulan, kecemaran, hawa
nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah,
kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan,
pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti
yang telah kubuat dahulu – bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian,
ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Elohim.”).
Israel TUHAN membuat undang-undang mereka dengan sepuluh hukum
taurat karena TUHAN yang memerdekakan Israel – A3 TUHAN susun undang-undang
mereka dengan empat hukum theofani karena A3 telah dimerdekakan oleh Yesus
Kristus. (Roma 6:6 dan 22; “Kamu telah
dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran; - Tetapi sekarang, setelah
kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Elohim, kamu beroleh
buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup
kekal.”). Supaya A3 sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan
mereka, oleh karena itu A3 harus berdiri teguh dan jangan mau lagi dikenakan
kuk perhambaan. (Galatia 5:1; “Supaya
kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu
berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”). orang A3
adalah manusia pembangun yang sudah dijanjikan oleh TUHAN bukan menjadi
perhambaan, “bertobatlah!”.
Kebebasan bangsa Israel keluar dari Mesir, diawali dengan perjumpaan
TUHAN dengan mereka melalui perantaraan nabi Musa – Kepemimpinan A3 diawali
dengan perjumpaan TUHAN ALFA DAN OMEGA dengan mereka melalui perantaraan rasul
Ruben Rumbiak. (Keluaran 3:14 dan peristiwa theofani).
Jika TUHAN ALFA DAN OMEGA tidak mengikat perjanjian dan ketetapan
karunia kepemimpinan kepada A3, maka tidak ada kemasyhuran pemimpin dari putera
puteri A3 yang tersohor seperti Gubernur, Bupati, Walikota, Rektor, dan Ketua
Sinode – theofani adalah fondasi berdirinya bangunan kepemimpinan orang A3 –
theofani adalah awal dari karunia kepemimpinan putera puteri A3.
TUHAN memperkenalkan diri-Nya terakhir di Kayahai bumi A3 dan
memberikan hukum theofani sebagai yang akhir karena permulaan di tanah Midian
TUHAN memperkenalkan dirinya sebagai yang awal dan memberikan sepuluh hukum
taurat sebagai yang pertama bagi Israel di gunung Sinai.
TUHAN menyebut nama-Nya di A3 karena Tuhan membentuk A3 dengan
tangan-Nya sendiri– TUHAN menyebut nama-Nya di Israel karena Tuhan memilih
Israel sebagai pusaka-Nya. (Yesaya 19:25; “yang
diberkati oleh TUHAN semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir,
umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel milik pusaka-Ku.”). Tiga
bangsa yang disebutkan ini, yaitu; Mesir, Israel Asyur telah ada semenjak
peradaban dunia pertama zaman mula-mula. Dalam perkembangan berikutnya, Mesir
dan Israel masih ada namun Asyur telah hilang, entah siapakah Asyur yang hilang?
Para ahli sedang melacak bangsa ini apakah orang-orang yang dahulu hidup di
Asyur itu telah punah ataukah dimusnahkan? Para ilmuwan mengatakan bahwa inilah
sebuah ayat yang terselip dengan pembuktian yang misterius.
Ketetapan bangsa Israel diberikan oleh TUHAN ketika Yakub berubah
menjadi Israel di sungai Yabok – ketetapan A3 oleh TUHAN ALFA DAN OMEGA di
Kayahai dalam agenda TUHAN dan merupakan suatu misteri. Ketika Yakub berubah
menjadi Israel TUHAN menetapkan berkat dan kutuk di atasnya, karena dari Israel
segala bangsa di muka bumi akan mendapat berkat – ketika Maybrat berubah
menjadi A3, TUHAN menetapkan karunia kepemimpinan bagi mereka bahwa putera
puteri A3 akan menjadi manusia-manusia pembangun (menjadi berkat) di New Guninea
“bangsa negeri timur”. (Kejadian 12:3).
Theofani adalah undang-undang yang melindungi A3, oleh karena itu
jikalau orang A3 taat dan menjalani hukum theofani dengan baik dan benar, maka
TUHAN akan membuat A3 menjadi bangsa yang besar, dan memberkati A3 serta
membuat nama A3 masyhur; dan A3 akan menjadi berkati bagi bangsa negeri timur.
(Kejadian 3:11).
Yakub berubah menjadi Israel karena dari Israel Yesus Kristus Juru
Selamat lahir dan dari Israel keluar firman Tuhan dan pengajaran dari gunung
Sion – Maybrat berubah menjadi A3 karena ada kepentingan TUHAN yang nanti lahir
dari A3 bagi keselamatan dunia di akhir zaman.
Israel bangsa perjanjian penerima sepuluh hukum taurat – A3 suku
penggenapan penerima empat hukum theofani. (Keluaran 20:3-17). Tuhan berbicara
langsung dari langit kepada Israel melalui perantaraan nabi Musa – Tuhan
berbicara langsung dari langit kepada A3 melalui perantaraan rasul Ruben
Rumbiak. (Keluaran 20:22; “Lalu
berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Kamu
sendiri telah menyaksikan, bahwa Aku berbicara dengan kamu dari langit.”).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar